© 2026 WestMarches.games
Gold:
101
Reputation:
2
Species:
Tiefling
Class:
Warlock
Completed:
1
Most recent:
14 hours ago
1. Nama:
Rhuvian Crimsonia
2. Species:
Tiefling
3. NPC Must Alive:
Kael Crimsonia
4. Asal Karakter:
Benua Eryndor
5. Tanggal Lahir / Age:
22 Iyar
24 Tahun
6. Appearance:
Rhuvian Crimsonia merupakan seorang Tiefling wanita dengan tubuh ramping dan tinggi sekitar 172 cm. Ia memiliki kulit pucat keabu-abuan yang memberikan kontras dengan rambut panjang berwarna merah crimson gelap yang jatuh berlapis hingga melewati bahunya. Dua tanduk hitam pekat melengkung anggun ke atas dari kepalanya, menjadi ciri khas yang langsung menarik perhatian.
Tatapan matanya berwarna merah gelap dengan sorot dingin dan tenang, namun menyimpan kesedihan yang sulit disembunyikan. Sebuah tato hitam berbentuk sulur menjalar dari bawah mata kiri hingga ke lehernya, dipercaya muncul setelah tragedi yang mengubah hidupnya. Telinganya yang runcing dihiasi beberapa anting perak, sementara bibir bawahnya memiliki piercing kecil.
Ia mengenakan pakaian serba hitam bergaya gothic dengan mantel panjang berlapis merah darah di bagian dalam. Bahunya dilindungi pelindung logam hitam yang dihiasi rantai, gesper, dan ornamen perak, sedangkan pinggangnya dipenuhi ikat sabuk yang berfungsi membawa berbagai perlengkapan perjalanan. Penampilannya selalu bersih dan terawat meski telah menempuh perjalanan jauh, memancarkan aura misterius yang membuat orang enggan mendekat namun sulit mengalihkan pandangan.
7. Backstory:
Rhuvian Crimsonia lahir pada 22 Iyar di sebuah karavan Wayfarer yang melintasi dataran luas di Benua Eryndor. Sejak kecil, ia terbiasa hidup berpindah-pindah, menjadikan jalanan, hutan, dan kota-kota asing sebagai rumahnya. Kehidupan sebagai Wayfarer membentuknya menjadi sosok yang mandiri, tangguh, serta mampu beradaptasi dengan siapa pun dan di mana pun.
Orang yang paling berharga dalam hidupnya adalah kakaknya, Kael Crimsonia. Kael selalu melindungi Rhuvian sejak kecil, mengajarinya bertahan hidup, membaca arah perjalanan, hingga menggunakan senjata untuk membela diri. Bagi Rhuvian, Kael bukan hanya keluarga, tetapi juga satu-satunya tempat ia merasa benar-benar aman.
Kehidupan mereka berubah ketika karavan yang mereka ikuti diserang oleh sekelompok organisasi perdagangan manusia yang beroperasi secara rahasia di berbagai benua. Organisasi tersebut terkenal menculik orang-orang dengan paras rupawan untuk kemudian dijual kepada para bangsawan, kolektor, atau pihak-pihak berpengaruh sebagai "komoditas hidup."
Kael, yang dikenal memiliki wajah tampan dan karisma yang menonjol, menjadi target utama mereka. Demi menyelamatkan adiknya, Kael melawan para penculik hingga memberi Rhuvian kesempatan untuk melarikan diri. Saat Rhuvian berhasil lolos, ia hanya sempat melihat kakaknya dibelenggu dan dibawa pergi ke arah pelabuhan.
Sejak hari itu, Rhuvian meninggalkan kehidupan Wayfarer yang selama ini menjadi dunianya. Ia hidup sebagai pengembara, pemburu informasi, dan pengawal bayaran agar dapat bertahan sekaligus mencari jejak sang kakak. Bertahun-tahun ia mengikuti berbagai petunjuk yang selalu berakhir buntu.
Hingga suatu hari, di sebuah kota pelabuhan, Rhuvian mendengar desas-desus mengenai seorang pria Tiefling dengan penampilan yang sangat mirip Kael. Rumor itu menyebutkan bahwa pria tersebut terakhir kali terlihat dipindahkan menuju Tonala, sebuah wilayah yang menjadi pusat perdagangan lintas benua dan tempat banyak organisasi bawah tanah beroperasi secara diam-diam.
Tanpa ragu, Rhuvian memutuskan berangkat ke Tonala. Ia percaya bahwa jika Kael masih hidup, maka jejaknya akan berakhir di sana. Sejak saat itu, seluruh tujuan hidupnya hanya satu—menemukan Kael Crimsonia dan membawanya pulang, apa pun yang harus ia korbankan.