Ia punya kebiasaan menggigit piercing bibirnya saat sedang cemas atau overthinking.
Backstory :
Kuroyagi Mafuyu lahir di Duskwillow Hamlet, sebuah desa kecil terpencil yang dikelilingi hutan pinus dan ladang dingin berkabut. Tempat itu jauh dari kota besar, dipenuhi farmer, peternak, dan orang-orang yang menjalani hidup sederhana.
Sejak kecil, Mafuyu membantu keluarganya mengurus kebun herbal, kandang kambing, dan ladang gandum. Hidupnya monoton, sunyi, dan dipenuhi pekerjaan fisik… tapi justru itu yang membuat pikirannya sedikit lebih tenang.
Karena kalau tidak sibuk, Mafuyu mulai overthinking tentang semuanya.
Dia sering memikirkan kemungkinan terburuk untuk hal-hal kecil:
ternak sakit sedikit = “semuanya akan mati”
panen terlambat = “kami bakal miskin”
seseorang terlihat kesal = “mereka pasti membenciku”
Mafuyu tumbuh menjadi pribadi yang awkward, tertutup, dan terlalu banyak berpikir. Orang-orang desa mengenalnya sebagai gadis farmer aneh dengan tampang menyeramkan yang suka duduk sendirian di pagar ladang tengah malam.
Padahal kenyataannya… dia cuma capek secara mental hampir setiap hari.
Walaupun begitu, Mafuyu sangat mencintai kehidupan bertani. Ia suka aroma tanah basah setelah hujan, suara lonceng ternak saat pagi, dan ketenangan ladang saat malam mulai turun.
Suatu musim dingin, badai besar menghancurkan sebagian besar ladang desa. Banyak warga memilih pindah, tapi Mafuyu tetap tinggal dan bekerja tanpa henti untuk menyelamatkan ternak keluarganya.
Sejak saat itu, orang-orang mulai sadar kalau di balik sifat emo dan overthinking-nya, Mafuyu sebenarnya seseorang yang sangat keras kepala dan peduli pada orang lain.
…meskipun dia masih bisa mengalami existential crisis kecil hanya karena satu tanaman wortel mati mendadak.