© 2026 WestMarches.games
Gold:
246.4
Reputation:
16
Species:
Satyr
Class:
Bard
Completed:
7
Most recent:
6 days ago
Nama: Kuroyagi Yukio
Species: Satyr
Npc Must Alive :
Asal Karakter :
Duskwillow Hamlet — wilayah pegunungan dingin di luar Tonala Region
Tanggal Lahir / Age :
3 Iyar / 27 Tahun
Allignment :
Neutral
Lines & Veils :
Kuroyagi Yukio adalah wanita satyr dengan aura lembut namun elegan, memiliki rambut putih keperakan dengan sedikit gradasi ungu pucat di bagian bawahnya. Rambutnya dipotong medium panjang dengan layer lembut yang membingkai wajah, memberi kesan tenang dan dewasa.
Ia memiliki tanduk kambing hitam melengkung ke belakang dengan bentuk halus dan simetris. Telinga satyr-nya panjang dengan bulu putih lembut di bagian ujung, dihiasi aksesori bunga ungu, rantai kecil, dan ornamen kristal gantung yang bergerak pelan saat ia berjalan.
Matanya berwarna lavender pucat dengan tatapan lelah namun hangat, seperti seseorang yang sudah terlalu lama hidup dalam kesunyian tetapi tetap memilih bersikap lembut kepada orang lain.
Tubuh bagian bawahnya berupa kaki satyr berbulu putih tebal dengan kuku abu gelap mengilap. Langkahnya tenang dan anggun, hampir tidak mengeluarkan suara.
Kuroyagi Yukio mengenakan pakaian bergaya kimono modern berwarna putih dan ungu dengan motif bunga sakura serta kain panjang menjuntai di kedua sisi tubuhnya. Bagian pinggangnya dihiasi obi ungu gelap dengan ornamen bunga dan pita elegan.
Ia hampir selalu memakai sarung tangan hitam panjang dan membawa kiseru (pipa rokok tradisional) berhias gantungan kristal kecil berwarna ungu.
Walaupun penampilannya terlihat seperti bangsawan atau wanita spiritual dari keluarga kaya, aroma tubuhnya masih samar dipenuhi wangi herbal, bunga kering, tanah basah, dan asap kayu.
Kuroyagi Yukio adalah anak pertama keluarga Kuroyagi dan sejak kecil sudah terbiasa memikul tanggung jawab terlalu besar.
Ayah mereka pergi saat Yukio masih muda, membuat dirinya harus membantu ibunya, Kuroyagi Mia, mengurus ladang, ternak, dan adiknya—Mafuyu.
Awalnya Yukio mencoba menjadi kakak yang baik. Ia mengajari Mafuyu cara merawat kambing, memperbaiki pagar, bahkan menenangkan adiknya saat overthinking berlebihan.
Namun semakin dewasa, Yukio mulai merasa lelah.
Desa mereka miskin. Panen sering gagal. Cuaca buruk terus datang. Dan Mafuyu… terlalu lemah secara mental menurutnya.
Setiap hari Yukio harus mendengar Mafuyu panik tentang hal kecil:
Lama-kelamaan Yukio mulai menjaga jarak.
Bukan karena membenci Mafuyu… tapi karena dirinya sendiri juga hampir hancur.
Ia mulai bersikap dingin, kasar, dan pura-pura tidak peduli. Yukio sering mengatakan:
“Kalau cuma takut terus, ladang gak bakal selesai sendiri.”
Mafuyu akhirnya percaya kalau kakaknya memang tidak menyukainya.
Padahal kenyataannya, Yukio masih diam-diam memperhatikan semuanya.
Kalau Mafuyu lupa makan, Yukio akan meninggalkan roti di depan pintunya tanpa bilang apa-apa.
Kalau ada orang desa mengejek Mafuyu terlalu keras, Yukio biasanya orang pertama yang membuat mereka berhenti.
Dan setiap badai datang, Yukio selalu memastikan kandang Mafuyu diperiksa lebih dulu sebelum miliknya sendiri.
Yukio bukan orang baik dalam menunjukkan kasih sayang.
Ia terlalu lelah, terlalu keras kepala, dan terlalu terbiasa menanggung semuanya sendirian.
Tapi di balik sikap dingin dan emosinya yang tertahan, Yukio masih menganggap Mafuyu sebagai satu-satunya keluarga yang benar-benar tersisa baginya.
Yukio harus pergi dari rumah untuk mencari uang yang lebih untuk keluarga nya. Ia bekerja sebagai Entertainer dan berkeliling ke berbagai penjuru hanya demi menghidupi ibu dan adiknya.
Suatu hari saat Yukio pulang ke desanya, ibunya bilang kalau mafuyu pergi ke tempat bernama Tonala. Akhirnya Yukio memutuskan untuk menyusul adiknya dan berhenti menjadi seorang entertainer.
Hidup di kota besar bukanlah hal yang mudah. akhirnya ia memilih untuk menjadi adventurer di sana sembari menunggu adiknya dan mencoba hidup baru di Tonala ini.