© 2026 WestMarches.games
Gold:
128
Reputation:
3
Species:
Kender
Class:
Sorcerer
Subclass:
Wild Magic
Completed:
2
Most recent:
27 days ago
Nama: Vivianne Noire
Species: Kender
Npc Must Alive : Elias Whitlock
Asal Karakter : Luar Tonala
Tanggal Lahir / Age : 15 Adar, 25 y.o
Allignment : Chaotic Neutral
Lines & Veils :
Lines : Nothing. Pretty much open with anything
Veils: LIZARDS (kecuali naga), Frogs, Clown
Backstory:
Hal yang orang sadari tentang Vivienne Noire adalah:
Ia terlihat seperti anak kecil kaya yang tersesat.
Banyak yang mengira ia seorang elf muda, padahal dia adalah seorang Kender berusia 25 tahun. Wajahnya terlalu muda, dan cara berpakaiannya membuatnya terlihat seperti bangsawan muda yang kabur dari pesta keluarga. Vivi hampir selalu memakai fine clothes ke mana pun ia pergi—mantel beludru, sarung tangan renda, sepatu mengilap, pita besar, parfum mahal, dan aksesori emas kecil yang jumlahnya terlalu banyak untuk seseorang yang sering bilang dirinya “lagi bokek.”
Dan Vivi BENCI saat orang mengira dirinya anak-anak.
“AKU DEWASA.”
“Asal lo tau ya dek"
“…Aku harap bantalmu selalu salah posisi."
Karena terlalu sering diremehkan, Vivi tumbuh menjadi seseorang dengan mulut tajam dan nyaris tidak punya filter. Ia suka mengomentari apa pun yang ia lihat, sering kali tanpa berpikir dulu.
“Armor mu bunyi terus. Ganggu.”
“Kamu keliatan kayak habis ditabrak kehidupan.”
“Rambutmu kenapa bentuknya begitu—EH ADA KUCING.”
Dan ya, bagian terakhir itu normal.
Vivi sangat gampang terdistraksi.
Apa pun bisa mengalihkan fokusnya: barang berkilau, toko kue, serangga aneh, musik jalanan, chandelier tua, topeng unik, atau sekadar anjing lewat memakai baju kecil.
Vivi berasal dari keluarga pedagang kaya keluarga Noire, keluarga yang terkenal menjaga citra dan tata krama mereka dengan sangat serius. Mereka berharap Vivi tumbuh menjadi wanita elegan dan terdidik.
Masalahnya, Vivi adalah kebalikan dari semua itu.
Ia terlalu berisik, terlalu penasaran, terlalu suka keluyuran, dan terlalu sering membuat malu keluarganya di depan tamu penting. Pelajaran etika selalu berakhir dengan ia kabur dari kelas. Pelajaran sihir keluarga bahkan lebih parah.
Keluarga Noire memiliki bakat sihir turun-temurun, dan Vivi tampaknya mewarisi kemampuan itu. Namun Vivi terlalu malas mendalaminya.
“Kalau sihirnya mau keluar sendiri ya biarin aja.”
Bagi keluarganya, itu adalah pemborosan bakat. Bagi Vivi, itu terdengar seperti terlalu banyak pekerjaan.
Suatu malam setelah pertengkaran besar dengan keluarganya, Vivi akhirnya kabur dari rumah membawa koper penuh pakaian mahal, sejumlah uang, dan sama sekali tanpa rencana hidup.
Pelariannya membawanya ke Tonala, kota penuh tavern, petualang dan tempat-tempat unik
Awalnya Vivi mengira hidup sendiri akan mudah.
Ternyata tidak. Vivi ke skem
Dalam beberapa minggu.. Uangnya hampir habis, ia tertipu berkali-kali, tersesat di distrik yang sama lebih dari tiga kali, dan pernah diusir dari penginapan karena lupa membayar sambil tetap memesan makanan mahal.
Di tengah kekacauan itulah ia bertemu Elias Whitlock.
Elias adalah pemilik tavern sekaligus mantan penjudi profesional yang sudah terlalu terbiasa menghadapi orang aneh. Saat pertama kali bertemu, ia mengira Vivi hanyalah anak bangsawan manja yang kabur dari rumah.
Kesalahan besar. Vivi langsung mengomelinya hampir lima menit tanpa berhenti.
Alih-alih marah, Elias malah tertawa. Dan entah karena kasihan atau merasa terhibur, ia menawarkan Vivi tempat tinggal kecil di loteng tavern miliknya sebagai ganti membantu pekerjaan. Tanpa digaji
Meski Vivi selalu membuat masalah namun Elias tetap membiarkannya tinggal.
Tidak ada badai atau salju, tiba-tiba Vivi ingin menjadi seorang Petualang. Ia akhirnya mendaftar dan resmi menjadi Petualang. Ia pindah tinggal di guild namun tetap sering mengunjungi Elias karna untuk pertama kalinya sejak kabur dari rumah, Vivi merasa punya tempat untuk kembali.
Tonala perlahan menjadi rumahnya.