Lonán lahir sebagai anak sulung dari sebuah keluarga sederhana yang dikenal sebagai herbalist dan penjual perlengkapan ritual yang biasa dipakai para tabib lokal serta rumah duka. Sejak kecil, Lonán tumbuh menjadi pemuda rajin yang selalu membantu pekerjaan kedua orang tuanya. Kehidupannya memang jauh dari mewah, tetapi cukup damai dan hangat.
Namun, ketenangan itu perlahan runtuh ketika adik laki-lakinya lahir. Sang adik, Tirian, terlahir dengan tubuh rapuh dan jantung yang terlalu lemah. Tabib datang silih berganti, tetapi tidak satu pun mampu memahami penyebab penyakitnya. Seiring berjalannya waktu, keluarga kecil ini juga seperti dihantui kemalangan: keuangan menipis, usaha semakin sulit, serta keberuntungan seolah perlahan meninggalkan mereka.
Tekanan demi tekanan membuat orang tua Lonán putus asa. Sampai akhirnya, mereka tiba-tiba memutuskan untuk melakukan perjalanan jauh demi mencari sesuatu yang tidak bisa diberikan oleh pengobatan biasa. Lonán ikut bersama mereka, meninggalkan kehidupannya di Qorikancha-Lumi tanpa mengetahui kapan, atau apakah, mereka akan kembali. Perjalanan itu dilakukan tanpa banyak penjelasan, hanya dengan harapan bahwa di suatu tempat, ada cara untuk menyelamatkan Tirian.
Tujuh tahun berlalu.
Lonán akhirnya kembali ke Qorikancha–Lumi, namun hanya bersama adiknya. Sosoknya kini tampak jauh berbeda: lebih pucat, lebih letih, dan menyimpan sesuatu yang tak pernah benar-benar ia ceritakan. Meski begitu, Lonán tetap mencoba memulai hidupnya kembali. Ia mulai bekerja di guild, membantu orang-orang, dan perlahan membangun hubungan baru di kota yang pernah ia tinggalkan...