| Chaotic Neutral |
| Lines & Veils: | Sexual Assault |
Ravira memiliki tinggi 168 cm dengan postur anggun. Rambut panjang putih keperakan membingkai wajah pucatnya, dilengkapi telinga runcing khas seorang Elf. Sepasang tanduk hitam dan ekor panjang dengan warna senada menjadi ciri khas darah draconic dalam dirinya.
Ia mengenakan gaun hitam pendek berlengan panjang dengan rok berlapis renda putih, dipadukan dengan sepatu bot tinggi berwarna gelap yang melengkapi penampilannya.
Ravira adalah seorang High Elf yang menjadi salah satu korban eksperimen rahasia milik Pastor Orb. Dalam upayanya membuktikan bahwa para dewa tidaklah mutlak berkuasa, Orb melakukan serangkaian eksperimen di Sandstone Village dalam upaya menciptakan makhluk sempurna yang mampu melampaui batas kehidupan fana dan menandingi, bahkan membunuh, para dewa.
Dari sekian banyak korban yang diculiknya, Ravira menjadi salah satu eksperimen yang dimodifikasi menggunakan darah naga. Namun, eksperimen tersebut dianggap gagal ketika kekuatan drakonik dalam tubuhnya bangkit di luar kendali dan hampir merenggut nyawanya. Dalam kondisi kritis dan tidak stabil, Ravira berhasil melarikan diri dari tempat eksperimen, tetapi akhirnya terdampar sendirian di tengah gurun.
Ia kemudian ditemukan oleh Morrigan, seorang bangsawan dari Citlaltepec. Alih-alih membiarkannya mati, Morrigan melihat potensi yang masih tersisa dalam diri Ravira.
"Kekuatan draconic-nya memang tidak sempurna, tetapi masih dapat distabilkan dan dimanfaatkan."
Morrigan kemudian membawanya pulang dan melakukan sebuah ritual yang melibatkan kekuatan api dari Jin Efreeti untuk menstabilkan energi api yang mengamuk di dalam tubuh Ravira.
Ritual tersebut berhasil menyelamatkan hidupnya, tetapi juga meninggalkan perubahan yang jauh lebih besar. Kini ia berubah menjadi seorang Hexblood, selain itu hampir seluruh ingatannya lenyap. Ketika terbangun, Ravira tidak lagi mengetahui siapa dirinya, dari mana ia berasal, ataupun bagaimana ia memperoleh kekuatannya. Satu-satunya hal yang masih ia kenali adalah Morrigan, orang yang ia percaya telah menyelamatkan hidupnya.
Di bawah naungan Morrigan, Ravira kemudian dibentuk menjadi seorang Executioner. Ia menjalankan berbagai tugas yang membutuhkan tangan kotor dan menjadi bagian dari mereka yang bertugas “membersihkan” segala sesuatu yang dianggap perlu disingkirkan.
Tanpa masa lalu yang dapat dijadikan pegangan, Ravira menjadikan perintah Morrigan sebagai satu-satunya arah hidupnya. Baginya, menjalankan setiap tugas dengan baik adalah cara untuk membuktikan bahwa kehidupan kedua yang diberikan kepadanya tidaklah sia-sia.
Kini, Ravira dikirim keluar sebagai seorang petualang guild dengan satu tugas: menemukan seorang petualang Dhampir bernama Lonán, yang diduga memiliki hubungan dengan kematian salah satu rekan dekat Morrigan. Ia tidak diperintahkan untuk membunuhnya, setidaknya belum. Tugasnya hanya menemukan Lonán dan membawa kembali segala informasi yang dapat diperolehnya.
Tanpa mengetahui alasan sebenarnya Morrigan begitu tertarik pada Lonán, Ravira menjalankan tugas tersebut sebagaimana ia menjalankan tugas-tugas sebelumnya: patuh, efisien, dan tanpa banyak mempertanyakan perintah. Namun, perjalanan Ravira sebagai seorang petualang membawanya pada hal-hal yang tak pernah ia cari. Mulai dari pecahan ingatan masa lalu yang perlahan kembali, serta berbagai pengalaman baru yang membuatnya melihat sisi kehidupan yang berbeda.