Di sudut tergelap sebuah pemukiman kumuh yang kumuh dan terlupakan, Criss—seorang mantan petualang legendaris yang kini menjabat sebagai Ksatria Penjaga Utama di kediaman bangsawan—menemukan seorang anak yatim piatu. Anak itu tidak biasa; di dalam raganya bersemayam dua jiwa berbeda yang bertolak belakang, terikat dalam sebuah takdir yang rumit.
Sisi utamanya adalah Orion, seorang pemuda berhati hangat, jujur, dan memiliki empati tinggi. Orion adalah sosok yang mengendalikan tubuh tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Namun, jauh di dalam lubuk kesadarannya, bersemayam Jack—jiwa yang dingin, sadis, dan tanpa ampun. Berbeda dengan kepribadian ganda pada umumnya, Jack tidak muncul hanya karena kemarahan atau ketakutan biasa. Jack adalah "kartu as" atau senjata pemungkas yang hanya akan terbangun saat Orion terdesak dalam pertempuran yang mustahil dimenangkan, atau ketika nyawa orang-orang yang mereka sayangi berada di ambang kematian.
Melihat potensi bahaya yang masif sekaligus bakat tempur yang tiada tanding, Criss memilih untuk mengadopsinya. Dia melatih sang pemuda secara rahasia di balik megahnya tembok istana bangsawan, menempa dua jiwa tersebut agar bisa berdampingan tanpa saling menghancurkan.
Gemblengan Dua Jiwa dan Tekad Menjadi Petualang
Criss menyadari bahwa metode pelatihan ksatria kerajaan tidak akan mempan untuk anak ini. Dia merancang metode khusus untuk mengasah potensi Orion sekaligus mengendalikan kebuasan Jack:
- Menempa Jiwa Orion: Criss mendidik Orion dalam ilmu pedang, taktik tempur, seni berdiplomasi, dan tata krama. Orion tumbuh menjadi pemuda yang tangguh, cerdas, dan dihormati oleh lingkungan istana.
- Mengikat Sisi Gelap Jack: Melalui meditasi tingkat tinggi dan doktrin mental yang keras, Criss membantu Orion membangun "penjara pikiran" untuk Jack. Dibuatlah kesepakatan batin: Jack hanya boleh mengambil alih tubuh jika Orion memberi izin dalam kondisi kritis, atau saat tubuh mereka berada dalam bahaya maut.
- Gejolak dari dua jiwa yang saling bergesekan memicu lahirnya energi pikiran yang sangat kuat. Criss mengajari mereka memanggil —senjata gaib ciptaan energi psionik yang tidak meninggalkan bekas luka fisik maupun jejak senjata pada korbannya. Saat Orion yang bertarung, bilah pisau psionik itu memancarkan cahaya biru yang tenang dan presisi. Namun, saat Jack yang memegang kendali, cahayanya berubah menjadi warna merah darah yang mengerikan.