Di rumah kayu sederhana yang dikelilingi pepohonan rindang di pinggiran kota, Zephyr tidak hanya menemukan atap yang hangat dan makanan yang cukup, tetapi juga sebuah keluarga yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya. Di sana, ia diperkenalkan kepada ###, anak angkat ..... yang berusia beberapa tahun lebih tua dengannya. ..... mendidik mereka berdua dengan disiplin yang terstruktur namun penuh kasih sayang. Saban pagi hingga petang, mereka dilatih seni bertarung, taktik bertahan hidup di alam liar, membaca peta, serta memahami kode moral dan etika seorang petualang sejati.
Bagi Zephyr, ### bukan sekadar saudara, melainkan sosok kakak yang selalu melindunginya di saat ia ragu, sekaligus rival terbesar yang memacunya untuk melampaui batas kemampuan. ### yang berbakat selalu selangkah lebih maju dalam menguasai setiap pelajaran pertarungan dan teori yang diberikan oleh ...... Rasa iri yang sehat serta kekaguman yang mendalam terhadap ### menjadi bahan bakar utama yang memicu dorongan kuat dalam diri Zephyr untuk berlatih dua kali lebih keras setiap harinya.
Hari yang melankolis akhirnya tiba ketika ### merasa seluruh latihan dasarnya telah lengkap. Dengan semangat muda yang membara, ### berpamitan untuk memulai perjalanannya sendiri sebagai petualang profesional demi menguji kemablenya di dunia nyata, berjanji suatu hari nanti mereka akan bertualang bersama. Kepergian ### meninggalkan ruang hampa sekaligus api semangat baru dalam jiwa Zephyr. Selama bertahun-tahun berikutnya, Zephyr menghabiskan waktunya dengan terus mengasah keahlian bertarungnya, mendengarkan kisah-kisah petualangan masa lalu dari ....., dan merawat sang ayah angkat yang kesehatannya mulai menurun seiring bertambahnya usia. Hingga pada suatu hari, ..... menepuk bahunya dengan bangga dan menyatakan bahwa latihan dasar Zephyr telah selesai—ia tinggal menunggu momen tepat untuk membuktikan dirinya.
Momen takdir itu akhirnya tiba di suatu malam yang berangin. Pintu rumah kayu mereka terketuk keras, dan di ambang pintu bertdirilah ###. Sosok sang kakak kini tampak jauh lebih dewasa, lengkap dengan balutan zirah yang tergores pengalaman dan tatapan mata seorang petualang sejati yang telah melintasi berbagai medan berbahaya. Pertemuan kembali yang penuh kehangatan dan rasa haru itu menjadi puncaknya saat ### melangkah mendekati Zephyr sambil membawa dua barang istimewa.
### menyerahkan sebuah dagger indah dengan ukiran dedaunan anggun di sepanjang bilahnya—simbol ketajaman, kelincahan, dan perlindungan—serta sebuah helm kesatria yang kokoh sebagai lambang keberanian dan kesiapan untuk menghadapi bahaya dunia luar. Dengan senyuman bangga, ### menepuk bahu Zephyr dan menyuruhnya bersiap. Dagger yang terikat di pinggang, helm kesatria yang kini mendekap kepalanya, serta restu dari ..... yang menyaksikan moment tersebut menjadi penanda resmi: di situlah, perjalanan Zephyr sebagai seorang petualang sejati akhirnya dimulai.
siapa ……?
siapa ###?
| Tanggal | Tempat | Ngapain |
|---|---|---|