Di rumah kayu sederhana yang dikelilingi pepohonan rindang di pinggiran kota, Zephyr dan Leo Plov akhirnya menemukan tempat bernaung yang aman, makanan hangat, dan sosok ayah. ..... mendidik mereka berdua dengan disiplin yang terstruktur namun penuh kasih sayang. Saban pagi hingga petang, mereka dilatih seni bertarung, taktik bertahan hidup di alam liar, membaca peta, serta memahami kode moral dan etika seorang petualang sejati. Keduanya tumbuh menjadi pemuda yang tangguh, saling melengkapi dalam latihan dan saling menjaga dalam setiap ujian yang diberikan oleh ayah angkat mereka.
Seiring berjalannya waktu, Zephyr yang tumbuh cepat, penuh semangat, dan haus akan pembuktian diri merasa sudah saatnya ia melangkah ke dunia luar. Ia ingin mengukir namanya sendiri dan tidak terus-menerus berada di bawah bayang-bayang perlindungan sang kakak maupun ayah angkatnya. Melihat tekad adiknya yang membara, Leo Plov menyadari bahwa ia tidak bisa menahan Zephyr selamanya. Sebelum Zephyr melangkah pergi, Leo Plov menyerahkan dua barang yang sangat berharga: sebuah dagger indah dengan ukiran dedaunan anggun di sepanjang bilahnya—sebagai simbol ketajaman dan perlindungan—serta sebuah helm kesatria yang kokoh sebagai lambang keberanian. Leo Plov melepas adiknya dengan pelukan hangat dan janji bahwa suatu hari nanti mereka akan bertualang bersama. Sementara Zephyr pergi menjelajahi dunia, Leo Plov memilih untuk bertahan lebih lama di rumah untuk merawat ..... yang fisiknya makin dimakan usia dan melemah.
Namun, takdir menuliskan kisah yang kelam. Bertahun-tahun berlalu, di suatu malam yang berangin kencang dan diguyur hujan deras, ketenangan rumah kayu itu terganggu oleh ketukan pintu yang tergesa-gesa. Di luar, berdiri seorang kurir resmi dari serikat petualang dengan wajah pucat dan pakaian yang basah kuyup. Kurir tersebut membawa berita duka yang menghancurkan: kelompok petualang yang diikuti oleh Zephyr telah dihantam oleh musuh besar yang teramat kuat di dalam sebuah dungeon berbahaya. Seluruh anggota tim terpukul mundur, dan Zephyr dikabarkan telah gugur dalam pertempuran sengit tersebut demi melindungi rekan-rekannya. Sebagai satu-satunya bukti, sang kurir menyerahkan sebuah bungkusan kain berdarah yang berisi helm kesatria milik Zephyr yang kini dalam kondisi penyok dan retak, serta dagger berukiran daun yang ternoda darah mengering.
Dunia Leo Plov seolah runtuh seketika saat jemarinya menggenggam dagger dingin milik adiknya. Hatinya hancur pecah menjadi serpihan, berbaur dengan amarah yang membakar dan rasa bersalah yang teramat dalam karena ia tidak berada di samping Zephyr saat adiknya sangat membutuhkannya. Rasa hangat keluarga yang selama ini membentenginya berubah menjadi kesunyian yang mencekam. Dalam kegelapan duka itu, ..... yang tua dan bijak berjalan perlahan mendekati Leo Plov. Sang ayah angkat menepuk bahu Leo Plov dengan genggaman yang gemetar namun tegas, merapikan kembali peninggalan Zephyr ke tangan Leo Plov, dan memberikan restu serta dorongan terakhirnya.
Hari itu juga, Leo Plov mengambil keputusan yang mengubah jalan hidupnya selamanya. Ia mengikat dagger berukir daun milik adiknya di pinggang sebelah kiri, dan memegang helm kesatria yang penuh dengan kenangan kenangan pahit manis itu di tangannya. Ia merapikan zirahnya, menatap rumah kayu yang telah memberikan mereka kehidupan kedua, lalu melangkah keluar melewati pintu pagar.
Di situlah perjalanan Leo Plov sebagai seorang petualang sejati resmi dimulai. Ia melangkah ke dunia luar bukan lagi demi mengejar ketenaran, kekayaan, atau gelar kesatria, melainkan dituntun oleh api pembalasan dan janji persaudaraan: untuk menelusuri jejak-jejak terakhir Zephyr, mengungkap kebenaran yang tersembunyi di balik misi fatal tersebut, dan menuntaskan takdir yang belum sempat diselesaikan oleh adik kandungnya.
—————————————————————————————————————————
================================================
| TANGGAL | TEMPAT | NAMA MISI | NOTE |
|---|---|---|---|
================================================
| Pelatihan Hewan | Hari | Hasil Roll | Jenis Hewan Dilatih |
|---|---|---|---|
| Minggu 1 | 15 AGS | 17 | Mastif |
| 16AGS | 17 | ||
| 17AGS | 15 | ||
| 18AGS | 14 |