Gold:
1,177
Silver:
100
Species:
human
Class:
Figter/ranger
Completed:
18
Most recent:
12 days ago
Hujan badai mengguyur reruntuhan benteng di perbatasan musuh. Di tempat itu, yang tersisa hanyalah bau gosong, asap yang mengepul dari kayu basah, dan keheningan yang mencekam setelah pertempuran usai.
**Zero** berdiri di tengah puing-puing tersebut. Dia adalah seorang prajurit veteran yang tubuhnya dipenuhi bekas luka perang, terkenal dingin, efisien, dan ditakuti di medan laga. Bagi Zero, dunia ini sederhana: kau membunuh, atau kau dibunuh.
Namun, langkah sepatu botnya yang berat mendadak terhenti ketika dia mendengar suara tangisan samar dari balik tumpukan kereta kuda yang hancur.
Dengan waspada, tangan Zero turun ke gagang pedangnya. Dia menggeser sebuah papan kayu besar yang hangus. Di sana, meringkuk seorang anak kecil yang kotor, kelaparan, namun memiliki tatapan mata yang sangat tajam—tatapan yang tidak memancarkan ketakutan, melainkan insting liar untuk bertahan hidup.
Zero terdiam. Di dunia yang kejam ini, mengadopsi seorang anak adalah beban. Namun, melihat api yang menyala di mata anak itu, Zero melihat dirinya yang dulu. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Zero mengulurkan tangannya yang kasar dan bersarung kulit. Anak itu ragu sejenak, sebelum akhirnya menggenggam satu jari Zero.
Sejak hari itu, takdir mereka berubah.
### Pendidikan yang Keras
Zero tidak membesarkan anak angkatnya dengan dongeng sebelum tidur atau pelukan hangat. Dia membesarkannya dengan disiplin militer yang keras. Di kamp-kamp tentara bayaran dan hutan-hutan liar tempat mereka berpindah-pindah, Zero mengajari anak itu segalanya:
* **Cara Membaca Jejak:** "Tanah tidak pernah berbohong," kata Zero.
* **Cara Menggunakan Senjata:** Mengajari cara menyeimbangkan berat pedang dan kapak agar efisien dalam ruang sempit.
* **Cara Bertahan Hidup:** Bagaimana tetap tenang saat dikepung, dan bagaimana menyatu dengan kegelapan saat menjadi buruan.
Meskipun Zero adalah pria yang irit bicara dan tampak dingin, setiap koreksi pada posisi kuda-kuda bertarung anak itu, dan setiap rusa hasil buruan yang dia bagikan, adalah caranya menunjukkan kasih sayang. Dia tidak sedang membesarkan seorang anak manja; dia sedang mempersiapkan seorang penyintas yang tangguh.
### Warisan sang Prajurit
Tahun-tahun berlalu, anak angkat itu tumbuh menjadi sosok yang luar biasa—memiliki kombinasi unik antara keliaran seorang penjelajah, ketangguhan seorang *Fighter*, dan insting tajam yang membuatnya ditakuti di jalanan.
Suatu hari, Zero pergi untuk misi terakhirnya dan tidak pernah kembali, hanya meninggalkan sebuah pesan singkat dan sebuah lambang prajurit lamanya. Kini, anak angkatnya melangkah di dunia luar, membawa semua pelajaran, ketangguhan, dan nama besar **Zero** di dalam darahnya. Dia bukan lagi anak yatim piatu yang malang di reruntuhan; dia adalah badai yang siap menerjang siapa saja yang berani menghalanginya.
| Tanggal | Tempat |
|---|---|
| 6 veyl | hutan vici |
| 8 veyl | desa cabbylon |
| 18 veyl | vici city |
| 19 veyl | vici city |
| 28 veyl | desa cabbylon |
| 7 bloomveil | desa cabbylon |
| 26 bloomveil | vici city |
| 30 bloomveil | vici city |
| 25 solis | vici city |
| 4 tidefall | vici city |
| 19 tidefall | vici city |
| 23 tidefall | vici city |