Gold:
145
Silver:
375
Species:
Moon Elf
Class:
Cleric
Completed:
20
Most recent:
4 days ago
| Calender | Location | Quest | Noted |
|---|---|---|---|
| 4 Equinox | Mistfen | Mistfen Finale | "Rumor mengenai werewolf tampaknya hanyalah kedok. Wabah beracun sengaja disebarkan untuk menimbulkan kepanikan, sementara para korban kemungkinan diculik oleh seorang Doppelganger. Semua petunjuk mengarah pada Maera, yang diduga menyimpan dendam kepada Moraks setelah kalah dalam pemilihan kepala desa. Kudengar ia membuat perjanjian dengan seorang Hag, mengubah dirinya menjadi Wight dan saudaranya menjadi Zombie. Jika semua ini benar, maka hilangnya warga hanyalah langkah awal dalam membangun pasukan undead-nya. ku harap tidak terjadi hal buruk pada penduduk desa itu" |
| 29 Equinox | Ellone | Black Flag | Hari ini kami berlayar untuk memberantas bajak laut yang mengganggu jalur perdagangan. Kami menemukan kapal dagang yang sudah tenggelam dan berhasil menenggelamkan salah satu kapal bajak laut serta menangkap kaptennya hidup-hidup. Dari percakapannya, aku mendengar nama Jack Parrot, yang tampaknya adalah pemimpin sebenarnya. |
| 5 Nocture | Chabbylon | Drive Back The Kobold | Hari ini kami mendapat tugas dari Tuan Mino untuk mengusir kobold yang terus mengganggu daerah sekitar Desa Chabbylon. Dalam perjalanan menuju tambang, kami bertemu tiga kobold yang menyamar menggunakan tudung. Dua berhasil dilumpuhkan dengan cepat, sementara satu lainnya melarikan diri. |
| 7 Nocture | Chabbylon | Tell Us Your Story | Hari ini adalah misi yang cukup berbeda. Tidak ada monster, tidak ada goa, dan tidak ada pertempuran. Kami diminta mengunjungi panti asuhan di Desa Chabbylon untuk menemani anak-anak di sana. Setelah sempat mencari lokasinya bersama Tuan Seinrgant dan menunggu Mitchell yang datang sedikit terlambat, kami akhirnya memulai kegiatan. |
| 5 Ember | Vici city | Zylara Security Guild | Misi kali ini membawaku ke Desa Rockfell, meski saat menerima penugasan dari Guild Vici kami sama sekali tidak diberi tahu tujuan akhirnya. Setelah menempuh perjalanan beberapa hari, kami tiba di sebuah jalan setapak yang dijaga oleh sekelompok orang. Beruntung surat tugas dan belati yang kami bawa menjadi bukti sehingga kesalahpahaman dapat dihindari. Di sana kami kembali bertemu Zylara yang ternyata telah pensiun. |
| - | - | - | Misi kali ini berasal dari permintaan Tuan Adagio. Tujuannya terdengar sederhana, yakni mencari sesuatu yang beliau butuhkan, meski kami sendiri tidak mengetahui alasan di balik pencarian itu. Perjalanan kami dipenuhi pencarian dari satu tempat ke tempat lain sambil mengumpulkan petunjuk yang ada. Pada akhirnya benda yang dicari berhasil ditemukan dan diserahkan kepada pemiliknya. Aku masih penasaran mengapa benda itu begitu penting, tetapi kurasa tidak semua pertanyaan memang harus dijawab. |
| 2 frosthold | ellone | Time To Fishing | Awalnya kupikir misi memancing ini akan berjalan santai dari awal hingga akhir. Angin di tepi perairan ternyata jauh lebih sejuk dari yang kuduga, membuat rasa kantuk datang tanpa bisa kutahan. Pada akhirnya aku memilih beristirahat sejenak dan membiarkan Tuan Sai melanjutkan misi bersama para petualang lainnya. Mungkin kontribusiku kali ini tidak banyak, tetapi setidaknya aku mendapat tidur yang cukup nyenyak di tengah perjalanan. |
| 11 frosthold | Vici | Zylara Security Guild: The Sun | Misi ini bermula dari sebuah surat yang dipasang oleh salah satu pengikut Nona Zylara. Sejak awal kami diberi syarat yang cukup jelas: jangan sampai ada satu pun warga desa yang terluka selama menjalankan tugas. Tekanan itu membuat setiap keputusan harus dipikirkan dengan hati-hati, tetapi kerja sama kami berjalan cukup baik. Pada akhirnya misi dapat diselesaikan tanpa mengorbankan keselamatan warga, dan hasilnya terasa cukup memuaskan, setidaknya menurut penilaianku sendiri. |
| 2 Stromveil | Vici | Banana Duty | Misi ini terdengar sederhana, hanya mengambil beberapa buah pisang di sebuah hutan. Kenyataannya kami justru harus menghadapi kawanan ape, seekor Giant Ape, dan membawa pulang kepalanya sebagai bukti penyelesaian tugas. Kejutan terbesar datang di akhir perjalanan ketika Bargur, petualang yang sejak awal membantu kami, ternyata adalah seekor Barlgura dari Abyss. Sulit rasanya menganggap misi ini sekadar pencarian pisang. Aku hanya berharap lain kali Tuan Pledian memberikan penjelasan yang lebih lengkap agar kami dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik. |
| - | Vici | Zylara The Queen | Seperti biasanya misi dimulai ketika ada sebuah belati di papan quest yang berlokasi di tempat zylara dan kami menemui zylara dan menyelesaikan misi dengan cukup baik pada hari itu |
| 30 Dreamtide | Eirathis | Winter Festival | Misi ini kami ambil pada tanggal 24 Dreamtide dan membawa kami ke Desa Eirathis yang sedang mengadakan Festival Musim Salju. Suasana berubah kacau ketika segerombolan monster tiba-tiba menyerang saat panitia meninggalkan area festival. Di tengah keadaan yang hampir tanpa harapan, Nona Myra datang menyelamatkan kami. Misi berhasil diselesaikan, tetapi kami harus kehilangan seorang petualang bernama Brics. Semoga pengorbanannya tidak dilupakan. |
Selena tidak pernah mengetahui siapa orang tua kandungnya.
Ketika masih bayi, ia ditemukan di depan sebuah kuil tua yang telah lama ditinggalkan di pinggiran Kota Vici. Tidak ada surat, tidak ada nama, hanya sepotong kain putih dengan lambang bulan sabit yang telah memudar dimakan usia.
Para pendeta yang menemukan bayi itu menganggapnya sebagai pertanda.
Mereka memberinya nama Selena, diambil dari dewi bulan dalam kepercayaan
Berbeda dengan kebanyakan anak seusianya, Selena tumbuh di lingkungan yang tenang. Hari-harinya diisi dengan doa, mempelajari kitab-kitab lama, merawat orang sakit, dan membantu siapa pun yang datang meminta pertolongan. Sejak kecil ia diajarkan bahwa kekuatan ilahi bukanlah alat untuk menghukum, melainkan sarana untuk menjaga harapan agar tetap menyala di tengah dunia yang semakin gelap.
Namun, dunia di luar kuil tidak seindah ajaran yang ia pelajari.
Setiap kali ia ikut para pendeta mengobati korban perampokan, wabah, atau pertikaian antarkelompok, Selena mulai memahami bahwa banyak luka yang tidak bisa disembuhkan hanya dengan sihir. Ada luka yang berasal dari rasa takut, penyesalan, dan kehilangan.
Karena itulah, selain mempelajari doa-doa suci, Selena juga belajar mendengarkan.
Ia lebih sering menjadi orang yang diam, membiarkan orang lain bercerita hingga hati mereka terasa lebih ringan.
"Terkadang seseorang tidak membutuhkan mukjizat. Mereka hanya membutuhkan seseorang yang tetap tinggal ketika semua orang memilih pergi."
Bertahun-tahun kemudian, ketika para pendeta menganggap ilmunya telah cukup, Selena meninggalkan kuil untuk berkelana. Ia percaya bahwa seorang pelayan dewa tidak seharusnya menunggu orang datang meminta pertolongan. Jika penderitaan ada di luar sana, maka di sanalah tempatnya berada.
Perjalanannya membawanya ke berbagai kota, desa, bahkan reruntuhan yang telah lama dilupakan. Ia menjadi tabib, penasihat, pendamai, bahkan terkadang pengusir makhluk-makhluk yang mengganggu masyarakat.
Di salah satu perjalanan itulah ia bertemu seorang gadis muda yang terluka.
Gadis itu adalah Theresa.
Malam itu Selena menemukan Theresa dalam keadaan kelelahan setelah lolos dari sebuah kejadian yang hampir merenggut nyawanya. Ia tidak banyak bertanya mengenai apa yang terjadi. Ia hanya mengobati luka-lukanya dan membiarkan gadis itu beristirahat.
Barulah keesokan harinya Theresa menceritakan semuanya.
Selena mendengarkan tanpa menyela sedikit pun.
Ia melihat sesuatu yang jarang dimiliki orang seusia Theresa.
Bukan keberanian.
Melainkan keinginan untuk memahami dunia, meskipun dunia baru saja menunjukkan sisi tergelapnya.
Sejak saat itu ,hubungan mereka perlahan berubah.
Selena bukan guru dalam arti sebenarnya. Ia tidak mengajari Theresa cara menggunakan pedang ataupun memanah. Sebaliknya, ia mengajarkan bagaimana mengenali bahaya sebelum bahaya itu datang, bagaimana tetap berpikir jernih ketika ketakutan mengambil alih, dan bagaimana menjaga hati agar tidak berubah menjadi sama gelapnya dengan orang-orang yang pernah menyakitinya.
Theresa sering menganggap Selena terlalu lembut.
Selena hanya tersenyum setiap kali mendengarnya.
"Kelembutan bukan berarti lemah. Dunia sudah memiliki terlalu banyak orang yang pandai melukai."
Meski begitu, Selena bukanlah sosok yang naif.
Ia tahu kapan doa tidak lagi cukup.
Ketika tidak ada lagi jalan damai, ia akan berdiri di garis depan dengan simbol sucinya di tangan, memanggil cahaya ilahi untuk melindungi mereka yang tidak mampu melindungi diri mereka sendiri. Baginya, kekerasan bukanlah tujuan, tetapi jika itu adalah harga yang harus dibayar demi menyelamatkan nyawa orang lain, ia tidak akan ragu melangkah.
Kini Selena terus mengembara, mengikuti bisikan keyakinannya ke berbagai penjuru dunia. Banyak orang mengenalnya sebagai pendeta pengelana yang selalu muncul ketika harapan mulai memudar.
Namun bagi Theresa, Selena bukan sekadar seorang Cleric.
Ia adalah sosok yang mengajarkan kepadanya bahwa tidak semua orang dewasa akan memanfaatkan kelemahan orang lain.
Masih ada orang yang memilih menolong tanpa meminta imbalan.
Dan bahwa cahaya bukanlah sesuatu yang menghapus kegelapan, melainkan sesuatu yang membuat seseorang tetap mampu berjalan melewatinya.
Jika Theresa adalah seseorang yang belajar bertahan hidup karena dunia terlalu kejam...
…maka Selena adalah alasan mengapa Theresa masih percaya bahwa dunia ini tetap layak untuk diperjuangkan. Meskipun demikian, Selena menganggap Theresa sebagai sepupunya.