Gold:
144
Species:
Feywild
Class:
Ranger
Completed:
7
Most recent:
2 months ago
Ophelia dibesarkan di Kota Vinci, tempat musik dari tavern mewah dan bisikan transaksi gelap bercampur menjadi satu setiap malam. Kota itu mengajarkannya bahwa keindahan sering kali hanyalah lapisan tipis yang menutupi sesuatu yang jauh lebih rumit.
Sejak kecil, Ophelia sudah terbiasa memperhatikan hal-hal yang orang lain abaikan. Tatapan mata yang terlalu cepat berpaling. Jemari gemetar ketika memegang gelas. Nada suara berubah sepersekian detik saat seseorang berbohong.
Baginya, manusia selalu lebih mudah dibaca daripada yang mereka kira.
“Semua orang menyimpan sesuatu. Sebagian hanya lebih pandai menyembunyikannya.”
Dengan rambut merah muda pucat yang jatuh lembut hingga bahunya, mata berwarna seperti kristal yang terkena cahaya senja, dan pakaian putih elegan yang selalu tampak terlalu bersih untuk seorang pengembara, Ophelia sering dianggap berasal dari keluarga bangsawan atau kalangan atas Vinci.
Ia tidak pernah membenarkan ataupun menyangkal anggapan itu.
Ophelia menyukai perhatian, tetapi bukan karena ia haus pujian. Ia hanya memahami bahwa ketika seseorang terlalu terpaku pada penampilan, ia akan gagal melihat hal lain yang lebih penting.
Dan itu sering memberinya keuntungan.
“Orang-orang percaya kecantikan membuat seseorang lemah. Aku membiarkan mereka terus berpikir seperti itu.”
Di balik senyum tenangnya, Ophelia pernah hidup dari pekerjaan yang lebih dekat dengan rahasia daripada kejujuran. Mengantar pesan tanpa identitas. Menjadi perantara transaksi yang tidak boleh tercatat. Mengumpulkan informasi dari orang-orang yang terlalu mabuk, terlalu kesepian, atau terlalu percaya diri.
Ia belajar bahwa informasi dapat membuka lebih banyak pintu dibanding pedang.
Dan terkadang… juga menghancurkan seseorang lebih cepat dibanding racun.
Meski begitu, Ophelia tidak pernah benar-benar merasa cocok dengan Vinci. Kota itu terlalu penuh dengan orang-orang yang berpura-pura menjadi sesuatu yang bukan diri mereka. Semua orang mengenakan topeng, dan semakin lama ia tinggal di sana, semakin sulit membedakan mana kebohongan orang lain dan mana kebohongannya sendiri.
Jadi suatu hari, tanpa banyak kata, ia pergi.
Tidak ada perpisahan besar. Tidak ada janji untuk kembali.
Hanya langkah pelan meninggalkan kota sebelum matahari terbit.
Kini Ophelia berjalan dari satu tempat ke tempat lain sebagai petualang, membawa senyum lembut dan tatapan yang sulit ditebak. Ia jarang berbicara banyak tentang masa lalunya, dan ketika seseorang mencoba bertanya terlalu jauh, ia biasanya hanya mengalihkan pembicaraan dengan tenang.
Namun sesekali, ketika malam terlalu sunyi dan perjalanan terasa terlalu panjang, ekspresinya berubah menjadi sedikit lebih kosong dibandingkan biasanya.
Seolah ada sesuatu yang masih tertinggal di belakangnya.
“Manusia selalu berkata masa lalu itu penting.”
“…padahal sebagian kenangan lebih baik dibiarkan hilang bersama waktu.”
| tanggal | tempat | misi |
|---|---|---|
| 23 - 26 ramiel | vici city | forest exploration |
| 28 - 31 | luar kota vici | find hidden settlement |
| 4 - 7 verdant | vici | finding settlement |
| 9 - 13 | vici | bangun jalan |
| 13 - 15 verdant | alderwatch | cave investigation |