Sebagai seorang Shifter, Canis memiliki naluri liar yang jauh lebih kuat dibandingkan sebagian besar penduduk desa.
Namun berbeda dari Shifter lain, ia tidak takut terhadap sisi liarnya.vSejak kecil, Canis sering pergi ke hutan bersama para pemburu. Ia belajar bahwa kehidupan di utara tidak mengenal belas kasihan. Seekor serigala harus berburu agar dapat hidup.
Nelayan harus berani menghadapi laut beku.
Blacksmith harus mampu membuat senjata yang dapat menyelamatkan nyawa.
Dan seorang penduduk Frost-Fang harus selalu siap menghadapi musim dingin berikutnya.
Dari situlah Canis belajar prinsip yang kemudian menjadi dasar hidupnya
Ketika Canis berusia 16 tahun, ia bertemu dengan seorang pengembara tua yang tiba di Frost-Fang.
Namanya tidak pernah diketahui oleh penduduk desa.
Ia hanya memperkenalkan dirinya sebagai seorang Monk yang sedang melakukan perjalanan menuju wilayah utara.
Pria tua tersebut melihat sesuatu dalam diri Canis.
Bukan kekuatan.
Bukan bakat bertarung.
Tetapi ketidakmampuan Canis mengendalikan naluri Shifter-nya.
Ia menawarkan untuk mengajarinya. Awalnya Canis menolak.Namun setelah sebuah insiden ketika ia hampir kehilangan kendali saat berburu, Canis akhirnya menerima tawaran tersebut.
Selama bertahun-tahun, ia belajar seni bela diri dan Ki. Latihannya sederhana tetapi berat.
Berlari di atas salju.
Bermeditasi di tengah badai.
Memukul batang pohon hingga tangannya terluka.
Belajar bertarung tanpa senjata.
Dan yang paling penting
belajar berdamai dengan sisi binatang dalam dirinya.
Walaupun menjadi murid Monk, Canis tidak pernah meninggalkan Frost-Fang.
Ia tetap membantu masyarakat. Pada pagi hari ia membantu nelayan.
Siang hari ia membantu para Carpenter.
Pada malam hari ia terkadang membantu Blacksmith atau Alchemist desa.
Canis juga sering mengantar potion dan hasil kerajinan Frost-Fang menuju jalur perdagangan yang menghubungkan desa tersebut dengan Qorikancha-Lumi.
Karena itu, Canis mengenal dua dunia.
Dan dunia peradaban.
Ia mengetahui bagaimana cara bertahan hidup di tengah salju.
Tetapi ia juga mengetahui bagaimana rasanya berjalan di jalan-jalan kota.