© 2026 WestMarches.games
Gold:
92.12
Reputation:
10
Species:
Harengon
Class:
Rogue
Subclass:
Swashbuckler
Rank:
D
Completed:
1
Most recent:
9 days ago
Laphi – Awal Perjalanan Sang Penebus
Laphi lahir sebagai anak dari sebuah keluarga terpandang. Namun, sejak pertama kali membuka mata, ia tidak pernah dianggap sebagai bagian dari keluarga itu. Terlahir sebagai seorang Harengon, ia dipandang sebagai aib—sebuah kecacatan yang mencoreng nama keluarganya. Tak ada kasih sayang. Tak ada pelukan. Yang ada hanyalah hinaan, pukulan, dan tatapan jijik. Hingga pada akhirnya, di usia yang masih sangat muda, Laphi diusir dari rumahnya.
Sejak hari itu, jalanan menjadi rumahnya. Setiap hari adalah perjuangan untuk bertahan hidup. Ia mencuri roti demi mengisi perut, merampok orang yang lebih lemah, bahkan membegal siapa pun yang dianggapnya membawa cukup uang untuk membuatnya hidup satu hari lagi. Sedikit demi sedikit, rasa iba di dalam dirinya menghilang, digantikan oleh keyakinan bahwa dunia hanya mengenal mereka yang kuat.
Tahun demi tahun berlalu.
Anak kelaparan itu tumbuh menjadi sosok yang disegani dunia bawah. Ia membangun kelompok pencuri yang perlahan menguasai sudut-sudut kota. Nama mereka menjadi legenda di kalangan kriminal—ditakuti oleh rakyat, diburu oleh penjaga kota. Bersama kekuasaan datang kesombongan. Dan bersama kesombongan, dendam yang selama ini ia pendam akhirnya menemukan jalannya.
Suatu malam, Laphi kembali ke rumah yang pernah mengusirnya. Tak ada kata-kata. Tak ada belas kasihan. Ia membantai seluruh keluarganya hingga tak seorang pun tersisa. Ia mengira balas dendam akan mengisi lubang kosong di dalam hatinya. Namun setelah darah mengering dan keheningan menyelimuti rumah itu...
Tidak ada apa-apa.
Tidak ada rasa puas.
Tidak ada kebahagiaan.
Tidak ada penyesalan.
Hanya kehampaan yang semakin dalam.
---
"Dia pelakunya, Tuan."
Suara itu memecah kesunyian markas persembunyian mereka. Salah satu orang yang paling ia percaya telah menjual dirinya demi keselamatan sendiri. Tak lama kemudian, para penjaga kota mengepung seluruh tempat persembunyian.
Laphi tidak melawan.
Ia tidak mencoba kabur.
Ia bahkan tidak marah.
Baginya, hidup dan mati sudah terasa sama. Dengan tenang ia menyerahkan kedua tangannya untuk dirantai. Hukumannya adalah penjara seumur hidup. Di balik dinginnya jeruji besi, Laphi bertemu seorang pria tua yang juga menjalani hukuman seumur hidup. Berbeda dengan para narapidana lain, lelaki itu tidak pernah membenci masa lalunya, tidak pula menyangkal dosa-dosanya.
Hari demi hari mereka berbincang.
Tentang hidup.
Tentang dosa.
Tentang penyesalan.
Tentang arti menjadi manusia.
Lelaki tua itu tidak pernah memaksa Laphi berubah. Ia hanya terus mengajarkan bahwa masa lalu tidak dapat dihapus, tetapi masa depan masih dapat dipilih. Untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun, hati Laphi yang kosong mulai terusik.
Ia mulai memahami bahwa penebusan bukanlah meminta maaf kepada dunia. Melainkan terus berbuat baik, meski dosa-dosa masa lalu tak akan pernah benar-benar hilang.
Bertahun-tahun kemudian, karena berbagai pertimbangan dan perubahan sikapnya selama menjalani hukuman, Laphi akhirnya dibebaskan.
Ia keluar dari penjara tanpa harta.
Tanpa keluarga.
Tanpa tujuan...
Selain satu.
Membantu mereka yang membutuhkan, agar tak ada seorang pun yang harus menempuh jalan yang pernah ia lalui.
Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan seorang pria bernama Reiner, anggota kelompok tentara bayaran Argonauts, sebuah kelompok yang mengembara dari satu tempat ke tempat lain demi melindungi masyarakat.
Reiner melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain. Bukan seorang pembunuh. Bukan seorang mantan kriminal. Melainkan seseorang yang sedang berusaha menjadi manusia yang lebih baik.
"Kekuatanmu pasti akan membantu banyak orang."
Kalimat sederhana itu menjadi titik awal kehidupan baru Laphi.
---
Tonala.
Sebuah benua yang terlihat indah dari kejauhan. Turunlah Laphi di sebuah Kota bernama Mar-Ceniza, Bertemu dengan seorang Goliath Bernama Walter yang mengenalkan kembali pada Laphi rasa persaudaraan dan saling memercayai.
Maka dimulailah perjalanan penebusan dosanya.
Dari tanah kelahirannya...
Menuju tanah baru yang akan menjadi saksi perubahan dirinya.