Suatu malam, Laphi kembali ke rumah yang pernah mengusirnya. Tak ada kata-kata. Tak ada belas kasihan. Ia membantai seluruh keluarganya hingga tak seorang pun tersisa. Ia mengira balas dendam akan mengisi lubang kosong di dalam hatinya. Namun setelah darah mengering dan keheningan menyelimuti rumah itu...
Tidak ada apa-apa.
Tidak ada rasa puas.
Tidak ada kebahagiaan.
Tidak ada penyesalan.
Hanya kehampaan yang semakin dalam.
---
"Dia pelakunya, Tuan."
Suara itu memecah kesunyian markas persembunyian mereka. Salah satu orang yang paling ia percaya telah menjual dirinya demi keselamatan sendiri. Tak lama kemudian, para penjaga kota mengepung seluruh tempat persembunyian.
Laphi tidak melawan.
Ia tidak mencoba kabur.
Ia bahkan tidak marah.
Baginya, hidup dan mati sudah terasa sama. Dengan tenang ia menyerahkan kedua tangannya untuk dirantai. Hukumannya adalah penjara seumur hidup. Di balik dinginnya jeruji besi, Laphi bertemu seorang pria tua yang juga menjalani hukuman seumur hidup. Berbeda dengan para narapidana lain, lelaki itu tidak pernah membenci masa lalunya, tidak pula menyangkal dosa-dosanya.
Hari demi hari mereka berbincang.
Tentang hidup.
Tentang dosa.
Tentang penyesalan.
Tentang arti menjadi manusia.
Lelaki tua itu tidak pernah memaksa Laphi berubah. Ia hanya terus mengajarkan bahwa masa lalu tidak dapat dihapus, tetapi masa depan masih dapat dipilih. Untuk pertama kalinya sejak bertahun-tahun, hati Laphi yang kosong mulai terusik.
Ia mulai memahami bahwa penebusan bukanlah meminta maaf kepada dunia. Melainkan terus berbuat baik, meski dosa-dosa masa lalu tak akan pernah benar-benar hilang.
Bertahun-tahun kemudian, karena berbagai pertimbangan dan perubahan sikapnya selama menjalani hukuman, Laphi akhirnya dibebaskan.
Ia keluar dari penjara tanpa harta.
Tanpa keluarga.
Tanpa tujuan...
Selain satu.
Membantu mereka yang membutuhkan, agar tak ada seorang pun yang harus menempuh jalan yang pernah ia lalui.
Dalam perjalanannya, ia bertemu dengan seorang pria bernama Reiner, anggota kelompok tentara bayaran Argonauts, sebuah kelompok yang mengembara dari satu tempat ke tempat lain demi melindungi masyarakat.
Reiner melihat sesuatu yang tidak dilihat orang lain. Bukan seorang pembunuh. Bukan seorang mantan kriminal. Melainkan seseorang yang sedang berusaha menjadi manusia yang lebih baik.
"Kekuatanmu pasti akan membantu banyak orang."
Kalimat sederhana itu menjadi titik awal kehidupan baru Laphi.
---
Tonala.
Sebuah benua yang terlihat indah dari kejauhan. Turunlah Laphi di sebuah Kota bernama Mar-Ceniza, Bertemu dengan seorang Goliath Bernama Walter yang mengenalkan kembali pada Laphi rasa persaudaraan dan saling memercayai.
Maka dimulailah perjalanan penebusan dosanya.
Dari tanah kelahirannya...
Menuju tanah baru yang akan menjadi saksi perubahan dirinya.