Pada ulang tahunnya yang ke-18, di mendapatkan hadiah tak terduga, sebuah pedang, memang bukan sebuah katana tapi itu adalah hari paling bahagia dan paling sedih dalam hidupnya, karena harga yang harus dibayar jo untuk pedang itu adalah nyawa ayahnya dan sebuah pesan 'kejarlah mimpimu'.
'pergilah kejar mimpimu' kata ibunya yang paham telah merengut kebebasan anaknya selama 18 tahun ini.
Pada 2 Thamuz 1211 Jo Harla memulai perjalanannya.