© 2026 WestMarches.games
Gold:
534.98
Reputation:
16
Species:
Goblin
Class:
Faighter
Subclass:
Battle Master
Rank:
D
Completed:
9
Most recent:
15 hours ago
Nama: Carl "Goblin The Slayer"
Species: Goblin
Npc must alive: Adik nya Carl dan tema masa kecil nya Jessie (mereka berdua juga goblin yang sama yang selamat di tragedi penjarahan)
Asal region: daerah perbatasan tonala
Tanggal Lahir: 10 Thamuz 1199
Lines & Veil: nothing
Appereance:
-Carl seorang Goblin berusia 14 tahun burukuran 140 cm (ukuran diatas rata rata goblin lainnya) dia memiliki fisik yang sangat tangkas dan kuat.
-Alih² seperti goblin pada umum nya (liar), Carl justru terlihat seperti manusia. Hal ini disebabkan dia dibesarkan bukan dari koloni goblin, namun dari keluarga yang hidup berdampingan dan berinteraksi bersama manusia dengan baik.
-Carl berpenampilan seperti seorang petarung liar dengan zirah yang lusuh.
-Carl sangat ahli menggunakan berbagai macam senjata jarak dekat maupun jauh, senjata berat maupun ringan.
Backstory:
Carl lahir sebagai goblin di sebuah komunitas kecil yang hidup damai di pinggiran peradaban. Berbeda dari kebanyakan suku goblin, mereka bertahan hidup dengan berburu, beternak, dan berdagang dengan para pengelana.
Suatu malam, sebuah warband goblin menyerang desa itu. Mereka menganggap keluarga Carl sebagai pengkhianat karena memilih hidup berdampingan dengan ras lain. Rumah-rumah dibakar, ternak dijarah, dan semua yang melawan dibunuh.
Carl bersama Adik dan teman masa kecilnya (yang kebetulan menginap malam itu) bersembunyi di bawah reruntuhan kandang hingga fajar. Ketika keluar, tidak ada lagi yang tersisa selain abu dan mayat keluarganya.
Setelah semua itu terjadi, keluarga dari Jessie mengadopsi Carl dan adik nya. Beranjak beberapa bulan setelah kejadian tersebut, Carl mendengar para penjarah itu menjarah wilayah² lain. Hal tersebut tidak bisa membuatnya diam saja. Dia bertekad mengubah nasib nya hari itu juga. Ia kabur meninggalkan pesan di kamar, berterimakasih dan meminta tolong untuk menjagakan adik nya.
Sejak hari itu, ia mengembara seorang diri. Ia mempelajari setiap kebiasaan goblin: cara mereka membuat jebakan, menyerang, dan bersembunyi. Baginya, membunuh goblin bukan sekadar balas dendam, tetapi cara memastikan tidak ada desa lain yang mengalami nasib yang sama.
Di wilayah perbatasan Tonala, orang-orang mulai mengenalnya dengan satu julukan:
Goblin the Slayer.
Namun hanya sedikit yang tahu ironi di balik nama itu. Sang pemburu goblin paling terkenal justru adalah seorang goblin.