Nama Orvael datang kepadanya suatu malam tanpa penjelasan. Bukan dari gurunya, melainkan dari sesuatu yang lebih tua, sesuatu yang tidak berbicara dengan kata-kata tetapi dengan kehadiran. Sejak saat itu, ia menyebut dirinya Hylē Orvael, seolah nama itu bukan dipilih, melainkan diingat kembali. Bersamaan dengan itu, ia mulai merasakan perubahan di hutannya air menjadi pahit, makhluk menjadi gelisah, dan sesuatu yang tidak alami perlahan merambat dari dalam.
Ketika gurunya mencoba menghentikan sumber kerusakan itu, ia menghilang tanpa jejak, meninggalkan hanya keheningan yang tidak wajar. Hylē tidak menemukan jawaban di tempat itu, hanya keyakinan bahwa apa yang terjadi bukanlah peristiwa biasa. Untuk pertama kalinya, ia meninggalkan hutan yang membesarkannya, berjalan ke dunia luar bukan untuk mencari tujuan, tetapi untuk menemukan penyebab dari sesuatu yang perlahan membunuh alam dan mungkin, memahami apa sebenarnya arti dari nama Orvael yang terus memanggilnya.