© 2026 WestMarches.games
Gold:
414.51
Reputation:
15
Species:
Human
Class:
Rogue/Wizard
Subclass:
Thief
Completed:
10
Most recent:
1 month ago
Nama : Desmond
Species : Human
NPC : Noel Musk (Saudagar dari Kausay Tampu)
Asal : Ilhui-Mar Village
Tanggal Lahir : 07 Chesvan 1192
Appereance : Seorang human dengan pakaian seperti seorang pelayan. Dengan tinggi 172 cm, kulit agak kecoklatan dan rambut berwarna gelap.
Backstory :
Suatu malam dibulan Kislev 1212, Diperimpangan antara Adamant-Quatzl dan Qorikancha Lumi
Desmond : Terimakasih tuan, atas tumpangannya
Kurt : Hahaha, kau tidak usah terlalu formal seperti itu, kita ini sama-sama seorang pelayan, panggil aku Kurt
Desmond : Baiklah Kurt, Hmmm.. tuan Kurt, ah saya tidak bisa memanggil langsung nama anda
**Mengeluarkan sebuah pouch kecil dari sakunya**
Desmond : Terima ini tuan untuk biaya tumpangan anda
**Menyodorkan beberapa keping koin emas**
Kurt : Hahaha, simpan itu untuk dirimu sendiri, sudah ku bilang kau tidak perlu membayar ku sepeserpun
**Sambil menepis tangan Desmond**
Desmond : Tidak tuan, saya sudah merepotkan anda. terimalah tuan
Kurt : Sudah kubilang aku tidak membutuhkan uangmu itu. kalau kau masih berikeras, hmmm... sebagai gantinya bagaimana kalau kau ceritakan saja tentang dirimu. Dari mana kau berasal, dan hmmm... tadi kau bilang mau pergi ke Qorikancha Lumi untuk menjadi seorang petualang kan? ceritakan itu padaku
Desmond : Apakah anda yakin dengan itu tuan?, kupikir itu tidak setara dengan apa yang anda berikan pada saya dan juga sepertinya cerita saya tidaklah menarik
Kurt : Sudah, ceritakan saja. kau ingin membayarku kan?, bayar aku dengan ceritamu itu. yah... hitung-hitung untuk menemani malam yang masih panjang ini, hahaha...
**Menambahkan kayu bakar ke api unggun yang terlihat semakin mengecil**
Desmond : Baiklah tuan kalau itu mau anda. hmmmm... darimana aku harus mulai
**Menghirup dan menghembuskan hafas panjang, dan mulai bercerita**
"Saya berasal dari sebuah desa kecil dipesisir selatan bernama Ilhui-Mar Village. Setelah kedua orang tua saya meninggal dalam sebuah kecelakaan kapal, saya hidup disebuah panti asuhan kecil di pinggiran desa. Sebuah bangunan tua bekas kuil yang tidak terawat, bahkan sebenarnya sudah tidak layak untuk ditinggali, tapi yah mau bagaimana lagi hanya itu tempat satu satunya yang menerima anak anak seperti kami. Untuk makan sebenarnya sudah di sediakan oleh pihak kuil, tapi... hmmm... bagaimana ya, seadanya, mungkin itu kata yang tepat dan hanya cukup untuk memastikan kalau kami tidak mati hari itu. Tak jarang kami harus mencari tambahan makanan sendiri. Mencari tumbuhan liar di hutan, memancing, bahkan beberapa anak terutama saya sampai harus mencuri. Begitulah kehidupan kami setiap hari penuh dalam keterbatasan. Warga desa bukan tidak peduli dengan kami, kehidupan mereka juga tidak jauh berbeda dengan kami, jadi mereka hanya bisa fokus untuk diri mereka dan keluarganya ssendiri.
Seperti yang saya bilang sebelumnya, mencuri adalah hal yang biasa bagi saya, bagi saya itulah hal yang paling mudah daripada harus mencari tanaman dihutan yang dihuni hewan buas, atau memancing dilautan dengan ombak yang ganas. Sebenarnya itu bukan hal yang baik, tak jarang saya tertangkap dan harus menerima hukuman. Pukulan dan cambukan sudah menjadi makanan sehari hari saya. Hingga puncaknya warga yang geram dengan ulah saya mengusir saya keluar desa. Pihak panti asuhan tidak bisa melakukan apapun tentang itu, mereka paham betul apa yang saya lakukan, terlebih seluruh desa telah sepakat dengan keputusan itu. Saya hanya bisa diam dan menerima, masih dibiarkan hidup saja sudah bagus. Dari situ kehidupan berat saya bertambah berat lagi. Saya harus hidup sendiri dihutan dekat desa dan hanya bisa mengandalkan diri saya sendiri untuk bisa bertahan hidup. Untuk bisa makan saya harus mencari tanaman liar atau berburu hewan-hewan kecil. Terkadang saya harus mencuri dari para goblin, atau mengemis pada para druid dan hunter yang kebetulan saya temui.
Beberapa tahun saya harus melalui kehidupan itu. Hingga suatu hari saya bertemu dengan orang itu, orang yang akan merubah hidup saya. Namanya tuan Noel, seorang saudagar dari Kausay Tampu. Ketika itu wagonnya diserang oleh kawanan goblin di hutan yang saya tinggali. Melihat itu saya berinisiatif untuk membantunya, berharap dia akan memberikan sedikit makanannya untuk saya. Setelah kawanan goblin berhasil dihalau, apa yang saya harapkan terjadi. Dia memberikan sekantong penuh roti sebagai imbalan dan seperti anda, dia juga menyuruh saya untuk menceritakan tentang diri saya. Dari cerita itu hal yang tidak pernah saya bayangkan terjadi, dia menawari saya untuk ikut bersamanya, bekerja dengannya menjadi seorang pelayan dengan imbalan yang tidak bisa saya tolak. Dari sana kehidupan baru sayapun dimulai, menjadi seorang pelayan dirumah seorang saudagar.
Beberapa tahun saya habiskan untuk menjadi pelayan dirumahnya. Tuan Noel sangatlah baik dengan saya, mencukupi kebutuhan saya, saya tidak pernah kekurangan makanan lagi, dan memberikan sebuah tempat naungan yang nyaman dan aman. Dia mengajari saya banyak hal, mengenalkan saya dengan hal-hal baru. Hingga akhirnya hal itu terjadi, meski telah hidup dalam kecukupan kebiasaan lama saya tidak pernah hilang. Hal yang awalnya saya lakukan untuk memenuhi kebutuhan, lama kelamaan menjadi sebuah kebiasaan yang tidak bisa saya hilangkan. Hari itu saya mengambil sesuatu yang sangat berharga bagi tuan Noel, sebuah benda peninggalan keluarganya. Sebuah pendant four-leaf clover yang terbuat dari emas dengan hiasan batu-batu mulia. Saya tidak tau kenapa saya mengambilnya, hal itu terjadi begitu saja. Tangan saya bergerak dengan sendirinya seperti sudah menjadi hal yang biasa. Dan mungkin anda tau bagaimana akhirnya, tuan Noel sangat marah besar kepada saya, kekecewaan terlihat jelas di wajahnya. Saya hanya bisa pasrah, saya tau apa yang saya lakukan dan bagaimana konsekuensinya. Saat saya sudah siap menanggung apa yang saya lakukan, tuan Noel hanya memeluk saya, dengan kebaikannya dia memaafkan saya. Dia sepertinya tau kalau itu bukan kemauan saya untuk mengambilnya. Dia memberikan kesempatan sekali lagi untuk saya. Sebagai hukuman, saya disuruhnya untuk pergi dari rumahnya untuk merenungi apa yang telah saya perbuat. Dia juga menyarankan untuk menjadi seorang petualang agar saya bisa belajar lebihbanya tentang kepercayaan dan mengalihkan pikiran saya untuk mencuri, dan menghilangkan kebisaan itu. Dan disinilah saya sekarang, saya bersyukur bertemu dengan orang sebaik tuan Noel dan sekarang saya bertemu dengan orang baik lainnya yaitu anda tuan Kurt"
Desmond : Sepertinya hanya itu yang bisa saya ceritakan tuan, kuharap anda puas dengan cerita yang tidak menarik itu
Kurt : Ceritamu itu...
**Memeluk Desmond**
Desmond : Ah... Tuan?, apakah ada yang salah?
Kurt : Tidak, hanya saja... kau telah menjalani kehidupan yang berat, Semoga kehidupanmu lebih baik lagi kedepannya
**Melepas pelukannya**
Kurt : Tidurlah, kau besok masih harus berjalan ke Qorikancha. Kita akan berpisah disini karna tujuanku ke Adamant. jadi aku tidak bisa memberikanmu tumpangan lagi
Desmond : Tidak masalah tuan, ini semua sudahlah cukup, sekali lagi terima kasih atas kebaikanmu
**Mempersiapkan bedroll nya dan tidur didekat api unggun**
Malam yang tenang berlalu dengan cepat digantikan pagi yang sejuk dengan sedikit sinar mentari
Kurt : Baiklah, aku sudah siap berangkat, kau tinggal lurus kesana saja mengikuti jalan, dan bawa ini untuk bekal mu
**Melemparkan sekantong penuh roti**
Desmond : Anda tidak perlu repot-repot tuan, saya sudah...
Kurt : Husttt... tidak ada yang repot, bawa saja, hahaha...
**Memecut kuda yang menarik wagonnya dan mulai pergi menjauh**
Kurt : Semoga kita bisa bertemu lagi, hahaha...
**Melambaikan tangannya tanpa menoleh**
Kuda melaju menarik wagon yang berat meninggalkan Desmond sendiri
Desmond : Lagi-lagi aku bertemu dengan orang yang baik, atau bisa kubilang terlalu baik.
**Menghela nafas**
Desmond : Hahh... Bagaimana mungkin orang orang diluar sini bisa dengan mudahnya percaya dengan orang asing yang baru mereka temui, bahkan setelah ku bilang aku seorang pencuri (Rogue) mereka masih saja percaya dan bahkan bersikap baik kepadaku. Hahaha... untung saja aku masih bisa menahan diriku kali ini, yah... semoga dia tidak bertemu dengan orang sepertiku lagi kedepannya
**Mengemasi barangnya dan mulai berjalan menjauh dari persimpangan menuju Qorikancha**