Para tetua Aelindรซri memilih tutup mulut mereka bersikeras bahwa ini adalah ujian dari alam dan akan sembuh sendirinya. Sylvara tidak percaya. Ia diam-diam menyelidiki sendiri dan menemukan sesuatu yang membuat bulu kuduknya berdiri: jejak-jejak manusia di dalam hutan suci, terlalu dalam dan terlalu terencana untuk sekadar tersesat. Dan di antara jejak itu, simbol yang tidak ia kenal diukir di batang pohon-pohon yang membusuk itu.
Ketika ia membawa temuannya ke hadapan dewan tetua, jawabannya mengejutkan: diam. Tutup pintu. Jangan keluar.
Itulah saat Mitchell memutuskan untuk melanggar satu-satunya hukum terbesar Aelindรซri.
Mitchell meninggalkan Locrasta bukan karena memberontak tanpa arah melainkan karena satu keyakinan sederhana: ancaman yang tidak dihadapi tidak akan pergi, ia hanya tumbuh lebih besar.
Jejak-jejak yang ia temukan mengarah ke luar hutan, melewati Desa Chabbylon yang terkenal sebagai titik pertemuan para pedagang dan penyebrang sungai, lalu terus ke utara menuju jantung wilayah ini Vici City. Kota itu adalah tempat di mana informasi mengalir, di mana orang-orang dari berbagai penjuru dunia berkumpul, dan di mana ia berharap bisa menemukan seseorang yang mengenal simbol misterius itu.
Ia juga membawa kekhawatiran lain yang lebih personal: beberapa Veilhunter yang hilang itu adalah teman-teman lamanya. Salah satunya adalah saudara laki-lakinya, Caelon, yang terakhir terlihat berpatroli di sisi hutan yang menghadap sungai.