Gold:
130
Silver:
400
Species:
Human
Class:
Warlock
Completed:
3
Most recent:
1 month ago
Elira lahir di lorong-lorong sempit Vici City, Vici City adalah kota dagang terbesar di wilayah ini. Semua jalan dari desa-desa kecil bermuara ke sana, dan sungai membawa barang dari hulu sampai hilir. Di mana ada banyak uang dan banyak barang lewat, di situ ada dunia bawah tanah: penyelundup, pencopet, pemalsu surat dagang, dan rentenir. Nadira tumbuh di sisi kota itu โ bukan bagian dari organisasi besar, cuma anak jalanan yang belajar bertahan hidup dengan tangan cepat dan mulut lebih cepat.
Dia naik jadi pencuri bayaran kelas menengah: membobol gudang pedagang, mencuri kiriman di jalur antar-desa, sesekali jadi mata-mata bayaran buat siapa pun yang membayar. Tidak setia pada siapa-siapa kecuali dirinya sendiri.
Satu pekerjaan terakhir berakhir buruk. Elira dibayar untuk mencuri sesuatu dari seorang pedagang kaya di Vici City, tapi ternyata barang itu jauh lebih berbahaya dari yang dia kira dan orang-orang yang menyuruhnya justru berbalik ingin membungkamnya agar tak ada saksi. Dia ketahuan, kehilangan kelingkingnya dalam pelarian, dan nyaris mati di tepi sungai di luar tembok kota.
Vici City jadi terlalu panas. Wajahnya sudah dikenal orang yang salah; tinggal di sana sama dengan bunuh diri. Jalanan terbuka antar-desa dan Locrasta Forrest di barat jadi tempat menghilang yang ideal.
Saat Elira tergeletak sekarat di tepi sungai luar tembok Vici City, sebuah kereta kayu bercat pudar berhenti di dekatnya. Turun seorang perempuan berselendang dengan tumpukan kartu ramalan di tangan dan cincin di tiap jari memperkenalkan diri sebagai Madame Vesryn, peramal pengembara yang katanya "kebetulan" lewat. Tak ada desa di dekat situ. Tak ada alasan masuk akal kenapa kereta itu ada di sana. Tapi Elira terlalu sekarat untuk bertanya.
Vesryn berlutut, membalik satu kartu, dan tersenyum seolah sudah tahu jawabannya jauh sebelum bertanya. Dia bilang takdir Elira "belum selesai ditulis" dan dia bisa menutup luka itu, mengembalikan napasnya, dengan satu syarat kecil: Elira cukup menyetujui untuk membayar nanti, saat tagihannya datang. Tak disebutkan berapa. Tak disebutkan kapan. Dalam keadaan sekarat, kata "ya" itu keluar sebelum akalnya sempat menimbang.
Kartu terakhir yang dibalik Vesryn gambarnya gosong di pinggirnya, seperti pernah terbakar. Elira tak sempat memperhatikan. Saat dia sadar, lukanya tertutup, kereta itu lenyap tanpa jejak roda di tanah, dan telapak tangannya bisa memuntahkan energi.