Saat Elira tergeletak sekarat di tepi sungai luar tembok Vici City, sebuah kereta kayu bercat pudar berhenti di dekatnya. Turun seorang perempuan berselendang dengan tumpukan kartu ramalan di tangan dan cincin di tiap jari memperkenalkan diri sebagai Madame Vesryn, peramal pengembara yang katanya "kebetulan" lewat. Tak ada desa di dekat situ. Tak ada alasan masuk akal kenapa kereta itu ada di sana. Tapi Elira terlalu sekarat untuk bertanya.
Vesryn berlutut, membalik satu kartu, dan tersenyum seolah sudah tahu jawabannya jauh sebelum bertanya. Dia bilang takdir Elira "belum selesai ditulis" dan dia bisa menutup luka itu, mengembalikan napasnya, dengan satu syarat kecil: Elira cukup menyetujui untuk membayar nanti, saat tagihannya datang. Tak disebutkan berapa. Tak disebutkan kapan. Dalam keadaan sekarat, kata "ya" itu keluar sebelum akalnya sempat menimbang.
Kartu terakhir yang dibalik Vesryn gambarnya gosong di pinggirnya, seperti pernah terbakar. Elira tak sempat memperhatikan. Saat dia sadar, lukanya tertutup, kereta itu lenyap tanpa jejak roda di tanah, dan telapak tangannya bisa memuntahkan energi.