Kabut aneh yang sering menyelimuti wilayah sekitar Chabbylon selalu membuatnya penasaran. Sementara petualang lain menghindarinya, Zylara justru sering duduk di pinggir desa memandangi kabut itu dari jauh, mencatat polanya di buku catatannya.
Suatu malam ayahnya tidak pulang. Dia pergi ke reruntuhan di luar Chabbylon untuk mencari bahan ramuan langka dan tidak kembali. Zylara menunggu tiga hari. Tidak ada yang mau membantunya mencari reruntuhan di sekitar Chabbylon terlalu berbahaya, dan ayahnya bukan petualang.
Malam ketiga dia nekat pergi sendiri. Masuk ke reruntuhan, tersesat di kabut, dan hampir dimangsa sesuatu yang tidak bisa dia lihat bentuknya. Di titik paling gelap itu sebuah suara muncul dari dalam tome tua yang tergeletak di lantai reruntuhan entah dari mana asalnya. Suara itu menawarkan kekuatan, pengetahuan, dan satu kesempatan untuk pulang hidup-hidup.
Dia menerima. Tome itu kini menjadi miliknya, ayahnya tidak pernah ditemukan.
Zylara kembali ke Chabbylon dengan kekuatan baru dan tome di tangannya, tapi juga dengan lebih banyak pertanyaan dari sebelumnya:
Setelah beberapa lama Zylara berpetualang dia sering kembali ke tempat hilangnnya ayahnya, dia sering melamun disana memikirkan apa yang terjadi saat ayahnya pergi namun tidak pernah kembali dinginnya malam dan terik matahari tidak menjadi masalah tempat itu sudah menjadi tempat menenangkan dirinya setelah berpetualang.
Namun suatu hari saat dia pergi kesana dia melihat sebuah lampu minyak di tempat yang sama dia menemukan buku tersebut, saat Zylara mendekatinnya terdengar suara wanita tapi dia tidak tau darimana sumbernnya yang berkata.
"Sepertinnya kamu masih tidak puas dengan buku itu, baiklah aku akan menawarkan perjanjian, kamu akan ku berikan sedikit kekuatan ku tapi kamu tidak boleh melihat lebih dalam kenapa ayahmu menghilang ini adalah kesempatan langka biasannya untuk mahkhluk seperti kamu itu urusannya si Efreeti tapi ayahmu membuat perjanjian denganku jangan sampai Zylara nggak punya apa apa dan melindungimu, aku bisa membuatmu tidak di sakiti lagi walaupun hanya secara fisik namun kamu tidak boleh mencari lebih dalam lagi kenapa ayah mu menghilang."
Dan suara itu berbicara lagi "Oh iya tampaknya kamu sudah cukup berpengalaman ambil lampu ini, jika kamu perlu tempat untuk bersembunyi dari malapetaka."
Zylara merasa ini merupakan kesempatan yang langka mengangguk dan menerima kondisi yang di beritahu oleh suara itu dan dia berakata "Apakah aku masih boleh kembali kesini, tempat ini sudah menjadi tempat untuk menenangkan diriku"
Suara itu menjawab "Baiklah aku tidak sekejam itu, kamu boleh kembali kesini." dengan itu suarannya menghilang dan Zylara kembali dari tempat itu membawa lampu minyak yang diberikan oleh suara itu.