Gold:
489.2
Silver:
197
Species:
Tiefling
Class:
Warlock (The Genie (TCoE))
Completed:
6
Most recent:
1 month ago
Tiefling perempuan dengan kulit merah merona, tanduk kecil yang melengkung ke samping, dan ekor panjang yang selalu bergerak pelan saat dia berpikir. Matanya berwarna abu abu bukan merah menyala seperti kebanyakan tiefling, tapi abu-abu , seperti bara yang padam. Di punggung tangannya ada tato berbentuk simbol kuno yang muncul sendiri malam setelah dia menandatangani paktanya.
Selalu membawa sebuah tome tua bersampul hitam yang dijaga ketat isinya campuran catatan mantra, sketsa reruntuhan sekitar Chabbylon, dan tulisan dalam bahasa yang bahkan dia sendiri kadang tidak mengerti.
Zylara lahir dan besar di Chabbylon bukan sebagai anak petualang hebat, tapi sebagai anak seorang alkemis tua yang membuka kios kecil di sudut pasar desa. Kehidupannya biasa saja: membantu ayahnya meracik ramuan, mendengarkan cerita petualang di tavern milik Big Chab, dan sesekali mengintip papan quest dengan rasa penasaran yang tidak pernah dia akui.
Sebagai tiefling, dia terbiasa dengan tatapan waspada dari pengunjung baru yang datang ke Chabbylon. Tapi warga lama desa sudah mengenalnya sejak kecil bagi mereka Zylara hanyalah anak alkemis yang terlalu banyak baca buku.
Kabut aneh yang sering menyelimuti wilayah sekitar Chabbylon selalu membuatnya penasaran. Sementara petualang lain menghindarinya, Zylara justru sering duduk di pinggir desa memandangi kabut itu dari jauh, mencatat polanya di buku catatannya.
Suatu malam ayahnya tidak pulang. Dia pergi ke reruntuhan di luar Chabbylon untuk mencari bahan ramuan langka dan tidak kembali. Zylara menunggu tiga hari. Tidak ada yang mau membantunya mencari reruntuhan di sekitar Chabbylon terlalu berbahaya, dan ayahnya bukan petualang.
Malam ketiga dia nekat pergi sendiri. Masuk ke reruntuhan, tersesat di kabut, dan hampir dimangsa sesuatu yang tidak bisa dia lihat bentuknya. Di titik paling gelap itu sebuah suara muncul dari dalam tome tua yang tergeletak di lantai reruntuhan entah dari mana asalnya. Suara itu menawarkan kekuatan, pengetahuan, dan satu kesempatan untuk pulang hidup-hidup.
Dia menerima. Tome itu kini menjadi miliknya, ayahnya tidak pernah ditemukan.
Zylara kembali ke Chabbylon dengan kekuatan baru dan tome di tangannya, tapi juga dengan lebih banyak pertanyaan dari sebelumnya:
Setelah beberapa lama Zylara berpetualang dia sering kembali ke tempat hilangnnya ayahnya, dia sering melamun disana memikirkan apa yang terjadi saat ayahnya pergi namun tidak pernah kembali dinginnya malam dan terik matahari tidak menjadi masalah tempat itu sudah menjadi tempat menenangkan dirinya setelah berpetualang.
Namun suatu hari saat dia pergi kesana dia melihat sebuah lampu minyak di tempat yang sama dia menemukan buku tersebut, saat Zylara mendekatinnya terdengar suara wanita tapi dia tidak tau darimana sumbernnya yang berkata.
"Sepertinnya kamu masih tidak puas dengan buku itu, baiklah aku akan menawarkan perjanjian, kamu akan ku berikan sedikit kekuatan ku tapi kamu tidak boleh melihat lebih dalam kenapa ayahmu menghilang ini adalah kesempatan langka biasannya untuk mahkhluk seperti kamu itu urusannya si Efreeti tapi ayahmu membuat perjanjian denganku jangan sampai Zylara nggak punya apa apa dan melindungimu, aku bisa membuatmu tidak di sakiti lagi walaupun hanya secara fisik namun kamu tidak boleh mencari lebih dalam lagi kenapa ayah mu menghilang."
Dan suara itu berbicara lagi "Oh iya tampaknya kamu sudah cukup berpengalaman ambil lampu ini, jika kamu perlu tempat untuk bersembunyi dari malapetaka."
Zylara merasa ini merupakan kesempatan yang langka mengangguk dan menerima kondisi yang di beritahu oleh suara itu dan dia berakata "Apakah aku masih boleh kembali kesini, tempat ini sudah menjadi tempat untuk menenangkan diriku"
Suara itu menjawab "Baiklah aku tidak sekejam itu, kamu boleh kembali kesini." dengan itu suarannya menghilang dan Zylara kembali dari tempat itu membawa lampu minyak yang diberikan oleh suara itu.