
Level
6
Experience
1,600 XP
Gold:
1,630
Retrain Ticket:
0
Species:
Aarakocra
Class:
Sorcerer
Subclass:
Clockwork soul
Completed:
14
Most recent:
10 hours ago
Xeno tumbuh dalam keluarga yang hangat dan sederhana. Rumah kayu mereka selalu dipenuhi tawa, aroma masakan ibunya, dan suara ayahnya yang bercerita setiap malam sebelum tidur. Ia belajar arti kerja keras, kasih sayang, dan keberanian dari dua orang yang sangat ia kagumi. Masa kecilnya penuh cahaya, tanpa firasat bahwa kebahagiaan itu rapuh. Namun saat usianya menginjak tiga belas tahun, segalanya berubah dalam satu pagi yang mustahil. Ia terbangun dan mendapati rumahnya sunyi dengan cara yang tidak wajar. Tidak ada suara dapur, tidak ada langkah kaki, tidak ada tanda bahwa keluarganya pernah tinggal di sana. Lemari kosong, dinding bersih tanpa foto, bahkan pakaian dan perabotan yang ia ingat telah lenyap. Ketika ia berlari keluar dan bertanya pada para tetangga, mereka menatapnya dengan kebingungan tulus. Tidak ada yang mengenal nama orang tuanya. Dunia tidak hanya mengambil mereka, dunia seperti menghapus mereka dari keberadaan.
Dalam kebingungan dan ketakutan, Xeno berjalan tanpa tujuan meninggalkan desa yang kini terasa asing. Ia mencari jawaban ke kuil, ke perpustakaan tua, ke pertapa di pegunungan, tetapi tidak ada catatan, tidak ada legenda, tidak ada sihir yang menjelaskan penghilangan seperti itu. Ingatannya sendiri mulai terasa rapuh, seolah wajah dan suara orang tuanya perlahan dikikis oleh sesuatu yang tak terlihat. Hingga di sebuah persimpangan jalan berkabut, ia bertemu seorang acolyte berjubah sederhana bernama Lyn Fong. Tatapan Lyn tenang namun seakan mampu melihat lebih dalam dari sekadar luka kehilangan. Tanpa terkejut sedikit pun, Lyn berkata bahwa ada kekuatan yang mampu menulis ulang kenyataan, dan bila seseorang dihapus, maka jejaknya ikut terhapus dari ingatan dunia.
Malam itu, saat bermeditasi mengikuti bimbingan Lyn Fong, Xeno mendengar sebuah suara yang bergema dari dalam dirinya sekaligus dari tempat yang sangat jauh. Suara itu memanggil namanya dan membisikkan tentang kebenaran yang tersembunyi serta kekuatan yang tertidur dalam darahnya. Lyn tidak menyangkal keberadaan suara tersebut, hanya mengatakan bahwa jawaban tentang keluarganya terikat pada sumber kekuatan itu. Sejak saat itu, Xeno memilih untuk bertualang, bukan sekadar mencari keluarga yang hilang, tetapi memburu kebenaran tentang siapa atau apa yang mampu menghapus eksistensi, dan mengapa ia masih dibiarkan mengingat.