© 2026 WestMarches.games
Gold:
6,748.4
Retrain Ticket:
0.6
Batu Akik:
6
Species:
Human
Class:
Druid
Subclass:
Circle of the moon
Completed:
63
Upcoming:
1
Most recent:
4 hours ago
Lukas Greasehand lahir di utara, di sebuah hutan tua yang seolah bernapas bersama makhluk-makhluk liar dan roh-roh kuno. Ia tumbuh di tengah keluarga Greasehand, sebuah garis keturunan druid yang dikenal karena ikatan kuat mereka dengan jalan “Moon”, ajaran yang merangkul kebuasan alam dan perubahan tanpa batas. Namun sejak kecil, Lukas selalu merasa ada jarak antara dirinya dan warisan itu. Baginya, “Moon” bukanlah kebebasan, melainkan hilangnya kendali.
Menolak panggilan tersebut, ia memilih pergi. Ia meninggalkan hutan, keluarganya, dan segala yang pernah membentuk dirinya, lalu menetap di kota, tempat batu menggantikan tanah dan keteraturan mencoba menekan naluri. Di sana, Lukas berusaha menjadi sesuatu yang berbeda, seorang petualang yang berpijak pada logika, bukan insting.
Namun, alam tidak pernah benar-benar melepaskan miliknya.
Di tengah hiruk-pikuk kota, dalam momen-momen sunyi di bawah cahaya bulan, sesuatu dalam dirinya mulai bangkit kembali. Panggilan lama yang dulu ia tolak kini berdenyut semakin kuat, liar, tak sabar, dan tak terhindarkan. Hingga pada akhirnya, Lukas menyerah. Ia menerima jalan “Moon”, dan sejak saat itu, ia tidak hanya memperoleh kekuatan, tetapi juga kehilangan sebagian dari dirinya yang dulu ia kenal.
Kini, Lukas berjalan di antara dua dunia, peradaban dan kebuasan, kendali dan insting.
Ajaran keluarganya perlahan kembali meresap, terutama tentang perburuan. Baginya, berburu bukan sekadar bertahan hidup, melainkan sebuah ritual yang sakral, sebuah penghormatan bagi siklus alam, di mana pemburu dan yang diburu sama-sama memiliki tempatnya. Meski begitu, Lukas sering kali melanggar batas-batas yang seharusnya ia jaga, terseret oleh sisi liarnya sendiri.
Ia tidak segan memakan makhluk yang ia kalahkan, bukan karena kelaparan semata, tetapi sebagai bentuk penghormatan terakhir. Dalam keyakinannya, dengan itu, jiwa sang petarung akan kembali ke alam, menyatu kembali dengan dunia yang melahirkannya.
Di antara semua itu, satu pertanyaan terus menghantui dirinya, apakah ia masih mengendalikan “Moon”, atau justru telah sepenuhnya dikendalikan olehnya?