Dalam kesendirian dan kemarahannya pada dunia yang kejam, ia berteriak menantang langit, bersumpah akan melakukan apa saja asal ia tidak pernah lagi merasa tak berdaya di hadapan orang lain. Teriakan putus asa itu menembus dimensi lain dan dijawab oleh sebuah entitas misterius. Entitas tersebut menawarkan kekuatan mutlak untuk melindungi diri dan dagangannya. Tanpa berpikir panjang, Lunaria menerima ikatan tersebut. Sejak hari itu, ia bukan lagi sekadar anak buangan yang lemah; ia adalah seorang Warlock yang memadukan sihir mistis dengan kelihaian seorang pedagang jalanan.
Kini, badai masa lalu telah lewat, dan gerobak dagang Lunaria telah menjadi rumah sekaligus benteng pertahanannya. Ia hidup bebas berkelana kemana saja—menyusuri jalan setapak pegunungan yang curam, menyeberangi lembah berkabut, hingga singgah di kota-kota pelabuhan yang sibuk untuk menjajakan artefak-artefak unik hasil petualangannya. Meskipun masih banyak orang yang memandangnya buruk, berbisik di belakangnya, atau menatapnya penuh curiga karena ras Tiefling-nya, Lunaria tidak lagi peduli. Senyum tipis terukir di bibirnya setiap kali ia menarik tali gerobaknya meninggalkan desa-desa picik itu; baginya, luasnya dunia jauh lebih berharga daripada sempitnya pemikiran mereka.