
Tides of Blood and Fields of Gold
Rasa asin air laut yang mencekik dan dinginnya pasir pantai adalah hal pertama yang menarik kalian kembali pada kesadaran. Di sekeliling kalian, puing-puing kapal berserakan—saksi bisu dari kemalangan yang menelan kapal kalian.
Kalian terdampar. Tanpa peta, tanpa perbekalan, dan tanpa petunjuk apa pun mengenai di mana daratan ini berada.
Dengan sisa-sisa tenaga, kalian memaksakan diri bangkit menjauhi pesisir. Di balik bukit pasir, sebuah pemandangan kontras menyambut kalian hamparan ladang gandum keemasan yang berayun ditiup angin, membentang luas menuju sebuah kastil megah yang menjulang di kejauhan.
Kalian belum mengetahuinya, tetapi ombak telah membuang kalian ke wilayah pinggiran Kerajaan Astaroth.
Saat ini, tidak ada misi heroik atau kontrak tentara bayaran yang menanti. Insting kalian hanya meneriakkan satu hal bertahan hidup. Kalian harus mencari cara untuk pulih dari tragedi di lautan, menemukan tempat berlindung sebelum matahari terbenam, dan mencari tahu apakah penduduk di tanah baru ini kawan atau lawan. Terlebih lagi, ladang yang tampak damai di siang hari ini mungkin menyembunyikan bayang-bayang kelamnya sendiri saat malam tiba.
Di persimpangan takdir yang asing ini, nasib kalian belum tertulis. Kini, pertanyaannya kembali kepada kalian:
Akankah kalian menetap, membangun kembali kehidupan dari nol, dan mengukir nama kalian di tanah baru ini? Ataukah kalian akan bertahan hidup hanya demi mencari cara untuk kembali pulang ke tanah kelahiran?
Langkah pertama kalian di ladang keemasan ini yang akan menentukannya.
Harukiyaz_