Gildarts dibesarkan di Mesopotamia Kuno dalam keluarga cendekiawan yang mengajarkannya sejarah, musik, dan diplomasi. Ia lebih senang belajar dari para pengembara, pedagang, dan seniman jalanan, karena percaya bahwa kebenaran lebih sering ditemukan dari cerita manusia daripada isi buku.
Saat Mesopotamia Kuno runtuh, ia melarikan diri bersama para penyintas menuju Pelataran Sumu La El di Pulau Babilonia. Sejak saat itu ia hidup sebagai pengembara, mengumpulkan legenda, rahasia, dan kisah dari setiap tempat yang disinggahinya. Baginya, setiap cerita adalah kepingan teka-teki yang suatu hari akan mengungkap kebenaran yang lebih besar.