About
Nama: KazuiAzel (Goblin “The lost God of War”)
Species: Hobgoblin
Npc must alive: Raizer, seseorang yang menjadi manusia pertama yg membantunya saat sedang terluka parah dan menganggap Kazui bukanlah seorang monster melainkan sebagai mahkluk hidup
Asal region: daerah luar tonala
Tanggal Lahir: 25 Thamuz 1178
Lines & Veil: nothing
Appereance:
-Kazui Adalah seorang hobgoblin yang memiliki jiwa petarung barbar, memiliki tubuh yang kekar (6pack) dengan otot yang kuat dan tinggi badan 179cm
-sama seperti ras Hobgoblin yang lain, sebelumnya dia merupakan monster yang ganas dan suka memimpin koloni kecil untuk menyerang pedesaan. Namun suatu Ketika saat markasnya telah hancur dan dia terluka saat melarikan diri, ia bertemu dengan sorang petualang. Alih-alih membunuhnya, ia menolongnya. Saat itu jugalah Kazui menyadari bahwa dirinya meski memiliki wajah yang ganas,ia tetaplah mahkluk hidup
-Kazui memiliki penampilan yang cukup liar dengan taring pada gigi bawah dan pakainan lusuh yang hanya menutupi bagian dada kiri dan menggunakan kain yang lebih besar untuk menutupi bagian lutut keatas.
Backstory:
Kazui lahir dari sebuah koloni Goblin penyembah Zaraxi (suatu entitas yang dianggap koloninya sebagai juru selamat dimasa depan) yang cukup besar di suatu Kastil terbengkalai dekat gunung. Ia dijuluki “Dewa perang” oleh koloninya karena setiap pertarungan yang ia pimpin selalu menang menghadapi musuh musuhnya
Suatu hari saat koloninya sedang mengadakan persembahan kepada Zaraxi, koloninya diserang oleh naga membara penghuni gunung tersebut.
Selama 4 jam kekacauan terjadi, Kazui terus bertarung melawan naga tersebut Bersama dengan pasukan goblin elit yang ia pimpin. Naga tersebut menghancurkan bangunan 1 per 1 hingga akhirnya Kazui dan koloninya dikalahkan.
1jam setelah naga tersebut pergi dan menghancurkan segalanya yg dimiliki koloninya, datang seorang petualang bernama Raizer yang kebetulan sedang menyelidiki kasus kebakaran yang diakibatkan oleh sebuah naga. Dalam keadaan sekarat Kazui memohon untuk diakhiri hidupnya karna sudah tidak bisa berbuat banyak. Alih alih membunuhnya, Raizer mengangkutnya dan membawanya ke sebuah rumah untuk diobati. Ternyata Raizer juga pernah mengalami hal yang serupa, namun ia memilih untuk meneruskan hidupnya meski sudah tidak ada orang lagi yang bisa ia bantu. Melihat Raizer mengobati lukanya ia tersadar bahwa tidak semua orang membenci Hobgoblin, dan berfikir “mungkin ada goblin diluarsana yang hidup berdampingan”.