Dalam perjalanan hidupnya, Yurath mulai mendalami ajaran kepercayaannya. Baginya, kekuatan ilahi bukan sesuatu yang diberikan agar seseorang dapat merasa lebih tinggi daripada orang lain. Kekuatan adalah sebuah tanggung jawab.
Ia kemudian meninggalkan kampung halamannya karena merasa hidupnya telah berhenti berkembang. Ia ingin melihat dunia yang lebih luas dan menemukan tempat di mana kemampuan yang dimilikinya benar-benar dapat digunakan.
Perjalanannya akhirnya membawanya menuju Tonala Region.
Yurath tiba sebagai orang asing.
Yang ia miliki hanyalah perlengkapan perjalanannya, pengalaman sebagai seorang penjaga, keyakinannya, dan keinginan untuk membangun kehidupannya sendiri.
Bagi Yurath, Tonala bukanlah rumah.
Belum.
Namun mungkin, melalui perjalanan, ekspedisi, persahabatan, kegagalan, dan bahaya yang akan ia hadapi bersama orang-orang yang belum dikenalnya, tempat asing ini suatu hari dapat menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar tujuan perjalanan.
Yurath datang ke Tonala untuk mencari tujuan hidupnya sendiri dan ia belum tahu apakah yang akan ia temukan adalah rumah, keyakinan, persahabatan, atau sesuatu yang jauh lebih berbahaya.