© 2026 WestMarches.games
Gold:
360
Reputation:
7
Species:
Human
Class:
Wizard
Subclass:
-
Rank:
E
Completed:
5
Upcoming:
1
Most recent:
15 hours ago
Name : Joanne Alexandria
Species : Human
Npc : Azera Alexandria (Older Sister)
Asal Character : Outside Tonalla Region (Verendia)
Tanggal lahir : 4 Kivlet 2006/Human age/ 19
Allignment : Good.
Lines & Veils : Nothing, Go wild
Backstory:
Sejak kecil, Joanne Alexandria selalu menganggap sihir sebagai sesuatu yang luar biasa. Ia lahir dan dibesarkan di Veredia, sebuah kota yang dikenal sebagai pusat pendidikan dan penelitian sihir. Meskipun berasal dari keluarga biasa tanpa garis keturunan penyihir, Joanne dan kakak perempuannya sama-sama dianugerahi kemampuan untuk menggunakan mana, sebuah bakat langka yang tidak dapat dijelaskan oleh siapa pun.
Menyadari potensi kedua putrinya, orang tua Joanne mempercayakan mereka kepada seorang penyihir di Veredia untuk mempelajari dasar-dasar sihir. Di sanalah Joanne mempelajari ilmu Wizard, mulai dari teori sihir, pengendalian mana, hingga berbagai mantra yang membutuhkan kecerdasan dan ketelitian. Di saat yang sama, ia juga tertarik mempelajari ajaran para Cleric, mempelajari sihir suci, mantra penyembuhan, dan cara menggunakan kekuatan ilahi untuk melindungi orang lain.
Berbeda dengan kakaknya yang lebih tenang dan disiplin, Joanne memiliki rasa ingin tahu yang besar. Ia gemar mencoba mantra-mantra baru dan sering menggabungkan pengetahuan sebagai Wizard dengan sihir pendukung seorang Cleric. Meski eksperimennya terkadang membuat gurunya menghela napas panjang, mereka tidak bisa menyangkal bakat dan semangat belajarnya.
Kini, di usia delapan belas tahun, Joanne masih menempuh jalan sebagai seorang penyihir muda. Berbekal ilmu Wizard dan Cleric, ia memulai perjalanannya meninggalkan Veredia bersama sang kakak, berharap dapat memperdalam kemampuannya, membantu mereka yang membutuhkan, dan menemukan berbagai rahasia sihir yang masih tersembunyi di dunia.
Appearance : Joanne adalah seorang wanita muda dengan aura tenang namun menyimpan kesedihan yang mendalam. Ia memiliki kulit pucat yang halus dengan rona dingin, membuat wajahnya tampak lembut sekaligus rapuh. Wajahnya berbentuk oval dengan rahang ramping dan dagu kecil, dihiasi beberapa bintik-bintik halus (freckles) di sekitar hidung dan pipi yang menambah kesan alami pada parasnya.
Rambutnya berwarna hitam pekat dengan sedikit semburat kebiruan saat terkena cahaya. Potongannya pendek sebahu dengan gaya berantakan, beberapa helai jatuh menutupi dahi dan membingkai wajahnya, memberikan kesan sederhana namun elegan. Matanya berwarna hijau kebiruan terang, tampak berkilau seperti permata, namun sorotnya sendu dan penuh emosi, seolah memendam banyak cerita. Alisnya tipis dengan bentuk alami, sementara bibirnya berwarna pucat dengan garis yang lembut, memperkuat ekspresi murung yang selalu menghiasi wajahnya.
Lehernya jenjang dan ramping, memperlihatkan beberapa guratan atau retakan samar menyerupai urat bercahaya yang memanjang hingga ke bawah rahang, memberikan kesan misterius dan seolah berkaitan dengan kekuatan atau kutukan tertentu. Tubuhnya tampak ramping dengan postur tegak namun tidak terlalu berotot, mencerminkan kelincahan dibandingkan kekuatan fisik.
Ia mengenakan zirah berwarna hitam dengan aksen perak yang tampak organik, dihiasi ukiran rumit menyerupai duri atau sisik. Pada bagian dada terdapat ornamen logam berwarna emas kusam yang menjadi pusat perhatian, sementara pelindung lehernya menjulang tinggi hingga hampir menyentuh rahang. Keseluruhan penampilannya memancarkan perpaduan antara keanggunan, keteguhan, dan kesan kelam, seolah seorang ksatria atau pejuang yang telah melewati banyak penderitaan namun masih berdiri teguh menghadapi takdirnya.