© 2026 WestMarches.games
Gold:
272.42
Reputation:
20
Species:
High Elf
Class:
Fighter/Cleric
Subclass:
Battle Master
Completed:
7
Upcoming:
1
Most recent:
8 hours ago
Name : Zephyleth Azure
Species : High Elf
NPC : Elarion Azure (ayah) Sylwen Azure (ibu)
Asal Karakter : Amber-root
Tanggal Lahir/ Umur : 17 Nisan / 120 ( Dewasa Dalam Umur Elf )
Alignment : Netral
Lines & Veil : Nope
Apperance :
Adalah seorang Elf dengan penampilan tampan dan anggun, memiliki kulit pucat yang halus serta wajah tegas dengan rahang ramping dan tulang pipi yang tinggi. Rambutnya berwarna biru tua panjang, menjuntai melewati bahu dengan beberapa helai yang jatuh di depan wajah, memberikan kesan elegan sekaligus misterius. Matanya berwarna biru terang dengan tatapan tajam dan tenang, dipadukan dengan alis tebal yang rapi.
Telinganya panjang dan meruncing khas bangsa Elf, dihiasi beberapa anting perak serta ornamen batu permata biru. Tubuhnya tinggi dan ramping dengan postur yang anggun. Ia mengenakan jubah bangsawan berwarna hitam kebiruan yang dihiasi bordiran perak rumit dan batu permata biru, serta sebuah kalung perak dengan liontin kristal biru di lehernya.
Keseluruhan penampilannya memancarkan aura bangsawan Elf yang berwibawa, misterius, dan memikat, seolah berasal dari keluarga terpandang atau kalangan sihir kuno.
Backstory :
Sejak hari kelahirannya, Zephlyleth Azure selalu merasa memiliki satu tujuan yang jelas dalam hidupnya: melindungi adiknya, Myraleth Azure.
Sebagai anak sulung keluarga Azure, Zephlyleth tumbuh dengan beban harapan yang besar. Para tetua Emberroot mengajarkannya tentang kehormatan, tradisi, dan kewajiban terhadap keluarga. Ia mempelajari seni perang, taktik militer, serta berbagai disiplin bela diri yang diwariskan oleh leluhurnya selama berabad-abad. Tidak seperti Myraleth yang menghabiskan waktunya di antara rak-rak perpustakaan, Zephlyleth lebih sering ditemukan di halaman latihan, mengasah pedang hingga matahari terbenam.
Meskipun demikian, tidak pernah sekalipun ia memandang adiknya sebagai seseorang yang perlu berada di bawah bayangannya. Justru sebaliknya. Semakin dewasa, Zephlyleth menyadari bahwa Myraleth memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain. Bagi Zephlyleth, adiknya bukanlah orang yang mengikuti takdir. Ia adalah seseorang yang seolah memang ditakdirkan untuk membantu dunia.
Sebaliknya, Zephlyleth mulai memandang tradisi dengan rasa skeptis. Ia melihat terlalu banyak aturan yang dipertahankan hanya karena telah ada sejak lama. Terlalu banyak orang yang menderita karena hukum yang menolak berubah. Baginya, masalahnya bukan karena seseorang bertindak pada waktu yang salah. Masalahnya adalah tradisi yang sering kali tertinggal oleh zaman.
Tradisi bukanlah kebenaran," pikirnya. "Tradisi hanyalah kebiasaan yang belum pernah diuji."
Ketika wabah misterius melanda wilayah sekitar Emberroot, Myraleth memilih meninggalkan rumah untuk menempuh jalan seorang Cleric. Keputusan itu mengejutkan banyak orang, tetapi tidak bagi Zephlyleth. Ia tahu adiknya tidak akan pernah tinggal diam saat melihat orang lain menderita.
Namun ia juga tahu dunia di luar Emberroot jauh lebih berbahaya daripada yang dibayangkan Myraleth.
Pada malam keberangkatan adiknya, Zephlyleth menyetujui keputusan tersebut di depan keluarga mereka. Ia membiarkan Myraleth percaya bahwa mereka akan berpisah jalan untuk sementara waktu.
Selama bertahun-tahun berikutnya, Myraleth mengira dirinya mengembara seorang diri. Ia tidak pernah mengetahui bahwa sang kakak selalu bersamanya dalam diam, Kini ketika Myraleth memutuskan hidupnya sebagai pengelana Zephyleth memutuskan untuk berangkat bersamanya dan menemaninya.