Sebaliknya, Zephlyleth mulai memandang tradisi dengan rasa skeptis. Ia melihat terlalu banyak aturan yang dipertahankan hanya karena telah ada sejak lama. Terlalu banyak orang yang menderita karena hukum yang menolak berubah. Baginya, masalahnya bukan karena seseorang bertindak pada waktu yang salah. Masalahnya adalah tradisi yang sering kali tertinggal oleh zaman.
Tradisi bukanlah kebenaran," pikirnya. "Tradisi hanyalah kebiasaan yang belum pernah diuji."
Ketika wabah misterius melanda wilayah sekitar Emberroot, Myraleth memilih meninggalkan rumah untuk menempuh jalan seorang Cleric. Keputusan itu mengejutkan banyak orang, tetapi tidak bagi Zephlyleth. Ia tahu adiknya tidak akan pernah tinggal diam saat melihat orang lain menderita.
Namun ia juga tahu dunia di luar Emberroot jauh lebih berbahaya daripada yang dibayangkan Myraleth.
Pada malam keberangkatan adiknya, Zephlyleth menyetujui keputusan tersebut di depan keluarga mereka. Ia membiarkan Myraleth percaya bahwa mereka akan berpisah jalan untuk sementara waktu.
Selama bertahun-tahun berikutnya, Myraleth mengira dirinya mengembara seorang diri. Ia tidak pernah mengetahui bahwa sang kakak selalu bersamanya dalam diam, Kini ketika Myraleth memutuskan hidupnya sebagai pengelana Zephyleth memutuskan untuk berangkat bersamanya dan menemaninya.