Spesies: Human
Kelas/Subclass: Fighter/Echo Knight & Barbarian/Ancestral Guardian
Npc Must Alive: Luuk (Mentor), Carrera (Ibu Angkat), Huayra (Teman masa Kecil)
Asal: Frost-Fang Village
Date: 5 Shevat 1195
Tinggi: 195 cm
Backstory: Saat masih kecil, ia ditinggalkan begitu saja di tengah ganasnya pegunungan es utara, tempat di mana seharusnya tidak ada seorang anak pun yang mampu bertahan hidup. Namun takdir berkata lain. Ia ditemukan oleh Carrera, seorang wanita Shifter berhati baik dari Frost-Fang Village, yang membawanya pulang dan membesarkannya layaknya anak kandung sendiri. Di desa itu, Torr tumbuh bersama dua anak Carrera yang telah ia anggap sebagai saudara kandungnya sendiri. Mereka bermain, berburu, dan menghadapi musim dingin bersama sejak kecil, membuat Torr tidak pernah merasa benar-benar sendirian meskipun ia bukan berasal dari darah yang sama. Meski hidupnya bahagia, Torr sering bertanya tanya tentang masa depannya dan tujuan hidup yang ingin ia kejar. Segalanya berubah ketika seorang Dragonborn merah bernama Luuk, seorang petualang yang telah pensiun dini dan terkenal karena keahliannya dalam berpedang, singgah di Frost-Fang. Tertarik oleh kemampuan dan kisah-kisah Luuk, Torr memohon agar diajari seni berpedang. Selama bertahun tahun, Luuk melatihnya hingga ia tumbuh menjadi pendekar muda yang terampil. Kini, di usia delapan belas tahun, dengan dukungan keluarga yang telah membesarkannya dan pedang yang diwariskan oleh gurunya, Torr meninggalkan Frost-Fang Village untuk mendaftarkan diri ke Guild Petualang, bertekad menemukan jati dirinya sekaligus membuktikan bahwa asal usul seseorang tidak menentukan siapa dirinya kelak.
Update: Sekarang Torr telah menjadi petualang terkuat di Tonala. Ia masih memegang teguh prinsip hidupnya. Ia akan selalu menjaga Keluarganya (Teman teman Petualangnya) dan berusaha semaksimal mungkin agar teman temannya bisa kembali kerumah mereka dengan baik baik saja. Mungkin Torr kadang terlihat atau terdengar bodoh dengan candaannya, tetapi jauh di lubuk hatinya, ia sangat sayang kepada teman temannya. Ia tidak ingin kehilangan keluarganya lagi seperti ketika dia kehilangan kedua kakaknya. Ia selalu membuat candaan bahkan disaat serius atau genting hanya untuk mencairkan suasana, ia tidak ingin teman temannya terbebani oleh misi yang diberikan kepada mereka dan bisa membuat mereka stress. Torr ingin mereka tetap bisa tertawa bahagia bahkan dalam bahaya. Torr ingin mereka tahu, bahwa, sebuah senyuman atau tawa dapat membuat suatu situasi sedih atau takut, menjadi menyenangkan. Torr percaya jika sebuah lingkungan tanpa senyuman, tidak akan memiliki masa depan yang cerah. Itulah mengapa, Torr ingin tetap menjadi dirinya yang biasa, yang dianggap bodoh oleh teman temannya. Jika itu membuat mereka tertawa dan tersenyum, Torr akan melakukan segalanya untuk mempertahankan senyuman itu. Misi Torr sekarang bertambah karena sekarang ada banyak Adventurer pemula yang baru bergabung. Torr tentu saja ingin mendidik mereka, membantu mereka, dan membuat mereka tertawa juga. Sekarang kita lihat, bagaimana lanjutan perjalanan dari Torr.