© 2026 WestMarches.games
Gold:
145.38
Reputation:
12
Species:
Tiefling
Class:
Rogue
Subclass:
Arcane Trickster
Completed:
5
Most recent:
2 months ago
Nama : Marcerius "Marc" Morvant
Asal : Mez-Ceniza
Tanggal Lahir : 25 Shevat 1189
Allignment : Chaotic Good
NPC Penting : Lucaro Morvant (Ayah) & Seraphine Morvant (Ibu)
Lines & Veils : Child/Elderly abuse, sexual assault, or any other thing related to that
Appearance :
Marc memiliki penampilan yang mencuri perhatian. Jika dilihat sekilas, dia tampak manusia. Namun jika diperhatikan lebih dalam, manusia macam apa dia? Dia memiliki rambut merah yang tebal dan sedikit ikal, hingga hampir menutupi tanduk kecil yang ada di kepalanya. Kulit kuning langsat dengan matanya yang menyala keemasan. Dan iya, dia juga punya ekor...
Backstory:
Namaku Marcerius Morvant.
Setengah manusia, setengah tiefling, sepenuhnya sempurna.
Lahir di Mez-Ceniza, tepatnya pada tanggal 25 Shevat 1189.
Ayahku dulu seorang musisi. Ia berkeliling dari satu tavern ke tavern lain bersama teman-temannya, memainkan musik dan, menurut versinya sendiri, “membuat semua orang terpesona.” Sampai suatu malam, ia bertemu ibuku.
“Aku melihatnya di tengah keramaian,” katanya.
“Dia tidak bereaksi seperti yang lain. Hanya, diam… memperhatikan.”
“Dan Ayah langsung jatuh cinta begitu saja?” aku bertanya.
Dia tertawa dan membalas “Tidak. Aku tampil dengan sangat baik karena dia memperhatikan. Dan dia tetap tinggal. Di situlah aku tahu.” Katanya dengan sangat percaya diri.
Ibuku memiliki versi yang berbeda tentunya.
“Dia terus memandangiku seperti orang bodoh,” katanya datar. “Memalukan.”
“Tapi Ibu cinta, kan?” godaku.
“Y-ya, mau gimana lagi…” jawabnya dengan pipi yang memerah, walau toh seluruh tubuhnya merah.
Aku tumbuh dalam keluarga yang… terlalu sempurna. Hangat, penuh tawa, tanpa konflik berarti. Ayahku sangat mencintai Ibuku, begitupun sebaliknya. Tetanggaku ramah, paman-pamanku yang menyenangkan, dan semua orang tampak selalu menikmati keberadaanku. Sejak kecil aku sudah diajari musik, bernyanyi, dan bagaimana tampil di depan banyak orang. Semua itu terasa… natural bagiku.
Aku berkembang dengan sangat baik.
Semakin aku bertambah usia, semakin jelas juga satu hal: aku berbeda. Bukan karena darah campuran dalam diriku, tapi karena… ya, lihat saja aku. Orang-orang selalu memperhatikanku. Mereka selalu begitu. Kadang mereka mencoba menyembunyikannya, tapi itu justru membuatnya lebih jelas.
Sungguh lelah menjadi lelaki tampan… .*
Sekarang, aku mengikuti jejak ayahku. Bermain musik di tavern-tavern, tapi sebagai solois. Lebih fokus. Lebih elegan. Lebih… berkelas. Dan tentunya lebih tenar.
Dan benar saja. Malam itu, setelah salah satu penampilanku yang, seperti biasa, luar biasa, seseorang mendatangiku.
Seorang pria dengan seragam formal yang begitu rapi. Berwajah lumayan tampan, mungkin satu tingkat di bawahku. Belum pernah aku menemukan orang tampan lain selain diriku.
“Kamu sangat berbakat,” katanya.
“Memang benar,” jawabku.
Dia mengenalkan dirinya sebagai Oou. Seorang ksatria sepertinya, atau setidaknya terlihat begitu. Dia membicarakan sebuah tawaran. Sebuah guild. Dari caranya memandangiku, itu sudah cukup menjelaskan semuanya. Ia tidak hanya sedang menawarkan sesuatu. Ia sedang berusaha meyakinkanku untuk bergabung.*
Masuk akal. Pita suara emasku ini ternyata tidak hanya bisa memikat para gadis, tapi seorang ksatria juga.
Aku hanya tersenyum kecil. “Aku akan mempertimbangkannya.”
Aku membiarkannya menunggu. Sedikit. Hanya untuk memastikan dia benar-benar mengerti nilai dari apa yang ia tawarkan… dan siapa yang sedang ia ajak bicara.
Beberapa hari kemudian, aku datang ke alamat yang tertera di kartu namanya.
Bukan karena aku butuh guild itu.
Tapi karena… kurasa dunia di luar sana sudah cukup lama menantiku.
Dan mungkin sudah saatnya aku mulai muncul.
~marc
side note:
*marc emang pd mampus dengan ketampanannya
*dia menulis dengan hiperbola, sebenarnya Oou tidak terlihat begitu terkesan pada Marc