Selama dua puluh lima tahun berikutnya, Cain hidup dalam puing-puing. Ia menolak menggunakan kemampuan Changeling-nya — karena shapeshift terlalu mengingatkannya pada "sang aktris" yang telah hilang bersama mimpinya sendiri.
Ia membiarkan dirinya menua secara alami, menjadi pria empat puluh tahun yang lelah, membawa gunung rasa bersalah yang tidak pernah pantas untuk ditanggung. Mimpinya menjadi seorang Playwright? Terkubur jauh di bawah duka — tidak mati, hanya tenggelam.
Lalu datanglah surat itu.
Satu kata. "Come." Dalam tulisan tangan Habel yang tidak terbantahkan.
Sebagian dirinya lega bahwa ia masih hidup — namun bagian lain langsung tercekik oleh amarah yang dingin dan menyengat. Habel tidak hanya pergi. Ia telah mencuri dua puluh lima tahun hidupnya demi sebuah pertunjukan.
Cain berdiri di depan cermin dan meraih ingatannya untuk sebuah topeng.
Ia tidak memilih seorang pejuang. Ia memilih bayangan seorang pemuda Half-Orc kurus yang pernah ia lihat beberapa dekade lalu — tampak lemah, tampak aman, tampak seperti bukan ancaman. Saat kulitnya berubah hijau dan fitur wajahnya melunak menjadi muda kembali, mimpi-mimpi lamanya muncul kembali seperti kapal yang tenggelam.
Ia meraih pan flute-nya — alat seorang Playwright yang tahu cara mengendalikan tempo sebuah ruangan — dan berangkat.
Ia tidak pergi ke ibukota untuk reuni. Ia pergi untuk menemukan "Bintang" pertunjukan itu — dan memintanya menjawab atas babak terakhirnya.