© 2026 WestMarches.games
Gold:
300.76
Reputation:
39.5
Species:
Changeling
Class:
Bard
Subclass:
College of Lore
Completed:
24
Most recent:
1 month ago
Nama: Cain Ashtwin
Species: Changeling
Npc Must Alive : Habel Ashtwin
Asal Karakter : Mar Ceniza
Tanggal Lahir / Age : 22 Av 1172 (40)
Allignment : Chaotic Good
Lines & Veils : nothing
Appearance :
Seorang pria setengah baya dengan wajah lelah yang menyimpan dua puluh lima tahun kesedihan. Fitur wajahnya netral dan sulit diingat — sebagaimana nature seorang Changeling.
Rambut panjang berwarna putihnya menjuntai, dan di sebelah pipinya ada bekas luka bakar lama yang pudar, namun tetap terlihat.
Backstory:
The Playwright's Mask
Cain dan Habel Ashtwin tumbuh bersama nenek mereka di sebuah desa kecil yang tenang. Habel adalah bintang — seorang Changeling berbakat dengan kemampuan mimik yang luar biasa, penuh ambisi, bermimpi tentang gemerlap ibukota. Cain adalah penontonnya yang paling setia, tidak pernah iri, tidak pernah mengeluh.
Bagi Habel, desa itu adalah penjara. Bagi Cain, desa itu adalah rumah.
Sejak kecil, Cain sudah tahu ia ingin menjadi seorang Playwright — pengrajin cerita yang merancang dan menghidupkan pertunjukan teater dari balik layar. Bukan bintang di atas panggung, tapi otak di balik segalanya. Mimpi itu ia simpan rapi, menunggu hari yang tepat untuk dikejar.
Di usia lima belas tahun, setelah berkali kali tidak diijinkan untuk pergi sendiri ke ibukota, Habel memalsukan kematiannya sendiri.
Bagi Cain dan sang nenek, itu adalah tragedi yang menghancurkan segalanya. Nenek mereka tidak pernah pulih — dan tidak lama kemudian, ia benar-benar pergi. Cain ditinggal sendirian dengan duka yang tidak pernah ia minta, dan mimpi-mimpi lamanya ikut terkubur bersamanya.
Selama dua puluh lima tahun berikutnya, Cain hidup dalam puing-puing. Ia menolak menggunakan kemampuan Changeling-nya — karena shapeshift terlalu mengingatkannya pada "sang aktris" yang telah hilang bersama mimpinya sendiri.
Ia membiarkan dirinya menua secara alami, menjadi pria empat puluh tahun yang lelah, membawa gunung rasa bersalah yang tidak pernah pantas untuk ditanggung. Mimpinya menjadi seorang Playwright? Terkubur jauh di bawah duka — tidak mati, hanya tenggelam.
Lalu datanglah surat itu.
Satu kata. "Come." Dalam tulisan tangan Habel yang tidak terbantahkan.
Sebagian dirinya lega bahwa ia masih hidup — namun bagian lain langsung tercekik oleh amarah yang dingin dan menyengat. Habel tidak hanya pergi. Ia telah mencuri dua puluh lima tahun hidupnya demi sebuah pertunjukan.
Cain berdiri di depan cermin dan meraih ingatannya untuk sebuah topeng.
Ia tidak memilih seorang pejuang. Ia memilih bayangan seorang pemuda Half-Orc kurus yang pernah ia lihat beberapa dekade lalu — tampak lemah, tampak aman, tampak seperti bukan ancaman. Saat kulitnya berubah hijau dan fitur wajahnya melunak menjadi muda kembali, mimpi-mimpi lamanya muncul kembali seperti kapal yang tenggelam.
Ia meraih pan flute-nya — alat seorang Playwright yang tahu cara mengendalikan tempo sebuah ruangan — dan berangkat.
Ia tidak pergi ke ibukota untuk reuni. Ia pergi untuk menemukan "Bintang" pertunjukan itu — dan memintanya menjawab atas babak terakhirnya.