Aku mulai menyadari bahwa teks dan buku tidak bisa secara aktif menyembuhkan luka batin umat manusia. Dunia ini sudah memiliki banyak pendeta yang menyembuhkan luka fisik dan penyakit sihir, tapi belum ada yang duduk untuk mengurai benang kusut di dalam pikiran. Aku memutuskan untuk mempelajari pola pikir manusia, menjadi apa yang di dunia ini jarang sekali ada, beberapa orang menyebutnya seorang "Psikolog". Aku menggunakan ketelitian dan keahlianku merangkai narasi (yang selama ini kupakai untuk menyalin buku) untuk membedah masalah mental dan emosional orang lain.
Namun, untuk membuka sebuah biro atau tempat praktik yang netral di mana orang kaya dan orang miskin bisa datang tanpa dihakimi, aku membutuhkan dana yang tidak sedikit. Gereja tidak akan mendanai praktik yang dianggap tidak ortodoks ini. Oleh karena itu, aku melipat perkamenku, mengemasi tinta dan penaku, lalu melangkah keluar dari biara. Aku bergabung dengan guild petualang di luar Iron Pucara, karena aku tahu: bahaya di luar sana menjanjikan kepingan emas yang cepat, yang akan menjadi pondasi bagi biro psikologiku yang pertama.