ketiak nain mulai bertanya" Salah seorang warga menjawab,
"Kalau kau mencari petualang, pergilah ke Vici. Kota itu dipenuhi orang-orang seperti mereka."
Nama Vici langsung menarik perhatian Nain.
Ia pun kembali mencari wagon dagang yang menuju kota tersebut. Seperti sebelumnya, Nain mencoba menumpang diam-diam di antara barang dagangan.
Namun kali ini keberuntungannya hampir habis.
Saat wagon bergerak, longsword yang ia bawa terbentur salah satu peti.
CLING!
Suara dentingan logam membuat sang pedagang berhenti.
Nain ketahuan.
Alih-alih mengusirnya, sang pedagang justru tertawa dan membiarkannya ikut menumpang—dengan syarat Nain membantu menjaga barang selama perjalanan.
Beberapa waktu kemudian, Nain akhirnya tiba di Kota Vici.
Untuk pertama kalinya, ia melihat begitu banyak petualang berkumpul di satu tempat. Ada yang membawa pedang, busur, tongkat sihir, bahkan senjata yang belum pernah ia lihat sebelumnya.
Nain hanya berdiri memandangi kota itu dengan mata berbinar.
"Jadi... beginilah tempat para petualang berkumpul, aku jadi mengingat bagaimana sosok baju zirah itu dengan gagah melindungi desa gurun itu, apa jangan jangan itu adalah aku hahaha...."
Di tempat inilah perjalanan Nain yang sebenarnya dimulai.
Ia bukan lagi sekadar merchant yang berkeliling gurun.
Ia bukan lagi seseorang yang terus bersembunyi karena takut dinilai dari sisiknya.
Mulai hari ini Nain Aruna Alzazir memilih menjadi seorang petualang yang ingin menegakkan keadilan.
Walaupun terkadang...
cara Nain dalam menegakkan keadilan mungkin sama sekali tidak terlihat adil.
Dan dari sinilah kisah Nain dimulai.
————————————————————-
Di Vici City Nain memulai petualangan pertamanya ia mendapatkan sebuah Kertas di Beberapa koran dan misi Itu harus pergi ke desa chabbylon Nain sangat Excited Untuk berpetualang dan setibanya di sana Ia memulai misi pertamanya, Dan dimalam hari nya setelah misi seharian Ia beristirahat di sebuah tavern dengan pedang Longsword yang Ditaruh bersebelahan, Dimalam itu ia mulai berfikir untuk Menjadi seseorang yang pernah Ia lihat dan ia juga melihat orang itu melindungi desa di Gurun Dengan taruhan nyawanya, Dimalam itu Nain memegang longsword nya Dan melakukan perjanjian atau Sumpah terhadap dewa Yang Nain percaya. Malam itu Setelah Nain melakukan Sumpah terhadap dewanya muncul sebuah cahaya yang bersinar terang memasuki badan Nain setelahnya ia tidur dengan nyenyak, Tapi Kejadian tak terduga terjadi di misi keduanya ia terdesak dan tidak menepati janjinya yang ia sebutkan..
Nain tidak pernah berniat mengkhianati dewanya.
Dia hanya gagal.
Dan bagi sang dewa, sebuah sumpah bukan dinilai dari niat, melainkan dari apakah sumpah itu ditepati.
Sejak hari itu, kekuatan suci Nain mulai berubah. Cahaya itu menjadi gelap, bercampur dengan energi Penyesalan Dewa terhadapnya.
Nain masih membawa pedangnya.
Masih berdoa.
Masih percaya kepada dewanya.
Namun sekarang, setiap kali ia menggunakan kekuatannya, ia selalu diingatkan pada satu hal,
Dia pernah berjanji akan selalu datang. Dan dia gagal.
Karena itu, Energi gelap dari Dewa memasuki tubuh Nain Perlahan, menurut Nain Dewa tidak nyesal ini adalah bentuk dosa yang harus Nain terima dan Mungkin suatu saat nanti harus Nain tebus.
****
Suatu hari nanti, ketika ia merasa telah cukup menebus kegagalannya, ia ingin kembali menghadap dewanya dan meminta kesempatan untuk mengucapkan sumpah sekali lagi.
Bukan sekarang.
Mungkin masih jauh.
Untuk saat ini, Nain hanya akan terus berjalan, bertarung, dan membantu mereka yang berada dalam keadaan terdesak.
Bukan karena sumpah.
Melainkan karena dia tahu bagaimana rasanya ketika seseorang sangat membutuhkan pertolongan Dia tidak ada disampingnya.
Dan mungkin, suatu hari nanti...
dewanya akan memberinya kesempatan kedua.
| TANGGAL | MISI | LOKASI |
|---|---|---|
| 14-15 Bloomveil | RainbowBear | Chabbylon |
| 21-22 | Secrets Of smoke | Gear island |
| 4-12 Tideefall | Libra Part 1 | Vici - Desa Libra |