Gold:
1,207
Silver:
48
Species:
Hafling
Class:
Bard / Rogue
Completed:
6
Most recent:
8 hours ago
Arjuna —
Di sebuah kota yang dipenuhi musik, perjudian, dan kebohongan, lahirlah seorang halfling bernama Arjuna. Tak ada yang benar-benar tahu siapa keluarganya, bahkan Arjuna sendiri hampir tak pernah menyebut nama keluarganya kepada siapa pun. Bagi sebagian orang ia hanyalah seorang musisi keliling, bagi yang lain ia dikenal sebagai penjudi licik yang selalu tersenyum ketika menang... atau bahkan ketika kalah.
Sejak kecil, Arjuna menyadari bahwa dunia tidak selalu berpihak kepada mereka yang jujur. Banyak orang menilai seseorang hanya dari penampilan, status, atau asal-usulnya. Sebagai seorang halfling yang sering diremehkan, ia belajar satu hal.
"Kalau dunia hanya ingin melihat topeng, maka biarkan mereka melihat topeng."
Ia mulai belajar memainkan sebuah lute berwarna merah, menghibur orang-orang di jalanan, di tavern, hingga di pesta para bangsawan. Musiknya mampu membuat orang tertawa, lupa akan masalah mereka, bahkan terkadang membuat mereka lengah.
Namun di balik alunan musik itu, Arjuna juga belajar membaca ekspresi, menggertak lawan, dan memahami bagaimana seseorang berpikir. Baginya, pertarungan bukan hanya soal pedang, tetapi soal siapa yang lebih dahulu menguasai pikiran lawannya.
Rapier di punggungnya bukanlah senjata untuk mencari masalah. Rapier itu hanya ia gunakan ketika kata-kata, musik, dan tipu daya sudah tak lagi mampu menyelesaikan keadaan.
Suatu hari, sebuah kejadian mengubah hidupnya.
Ketika tampil di sebuah tavern, Arjuna melihat bagaimana orang-orang yang semula tertawa bersamanya mendadak berubah hanya karena mengetahui siapa dirinya sebenarnya. Mereka tidak lagi melihat musisinya, tidak lagi mendengar lagunya. Mereka hanya melihat seorang penipu kecil yang tak layak dipercaya.
Hari itu Arjuna menghilang dari kota tersebut.
Sejak saat itu, ia mulai mengenakan topeng senyum yang menutupi separuh wajahnya. Di balik topeng itu tersembunyi bekas luka di sekitar Wajahnya bekas yang selalu mengingatkannya bahwa terkadang dunia lebih mudah menerima kebohongan yang indah daripada kejujuran yang menyakitkan.
Namun anehnya...
Ia tidak pernah membenci dunia.
Ia tetap tersenyum.
Ia tetap memainkan lutenya.
Ia tetap membantu mereka yang membutuhkan, meski sering kali dibayar hanya dengan ucapan terima kasih.
Karena bagi Arjuna, setiap pertemuan adalah sebuah pertunjukan, dan setiap orang berhak mendapatkan satu alasan untuk tersenyum.
Di balik semua tawa dan tingkah usilnya, Arjuna menyimpan sebuah harapan yang tak pernah ia ceritakan kepada siapa pun.
Selama hidupnya, ia terus berpindah dari satu kota ke kota lain.
Di satu tempat ia dianggap penipu.
Di tempat lain ia hanya dianggap badut.
Ada yang menikmati musiknya, tetapi tak pernah benar-benar menerima dirinya.
Topeng yang ia kenakan perlahan bukan lagi sekadar penyamaran.
Topeng itu menjadi pelindung agar dunia tidak melihat luka yang masih ia simpan.
Karena itulah Arjuna memutuskan menjadi seorang adventurer.
Bukan demi emas.
Bukan demi ketenaran.
Bukan demi gelar pahlawan.
Melainkan karena ia percaya bahwa di suatu tempat di dunia yang begitu luas ini, pasti ada tempat di mana ia bisa berhenti memakai topengnya.
Tempat di mana seseorang akan melihatnya apa adanya.
Bukan sebagai penjudi.
Bukan sebagai penipu.
Bukan sebagai musisi pengembara.
Melainkan hanya sebagai...
Arjuna.
Saat seseorang bertanya,
"Kenapa kau memilih menjadi seorang adventurer?"
Arjuna hanya tersenyum kecil, memetik beberapa nada dari lutenya, lalu menjawab,
"Karena dunia ini terlalu luas untuk menyerah hanya pada satu tempat yang menolakku."
Ia berdiri, memperbaiki tas selempangnya, memastikan rapier di punggungnya terpasang dengan baik, lalu mengenakan kembali topeng senyumnya.
"Suatu hari nanti... aku akan menemukan tempat yang bisa menerima diriku."
Dengan langkah ringan, senyum tengil, dan melodi dari lute merahnya, Arjuna kembali melanjutkan perjalanan.
Bukan untuk melarikan diri dari masa lalu.
Melainkan untuk mencari sebuah tempat yang akhirnya bisa ia sebut sebagai...
Rumah.
Arjuna Start ( Kota Vici setelah Perjalanan panjangnya Ia sampai Di kota Ini, Dan sekarang Hidup sebagai Musisi Jalanan, Akan tetapi Arjuna sambil mengamati Kota Ini ) .
Dan sekarang Arjuna Melepas topengnya
-------------------------------------------------------------------------------------------
| Tanggal | Location | Quest |
|---|---|---|
| 1 Equinox / Tahun 205 | Desa Chabbylon | Hunter Escort |
| 22 Ramiel - 23 ramiel / Tahun 206 | Vici | Evaluasi Robot |