Angin malam berembus dingin di Shadow Border, wilayah hutan kelam tempat ranting-ranting pohon tumbuh merayap seperti cakar raksasa. Di sanalah Cyan dilahirkan. Namun, tempat itu tidak lagi memiliki kedamaian bagi sukunya. Malam ketika markas sindikat rahasia dan desa tempat tinggalnya dibantai oleh faksi misterius, Cyan dipaksa mati sebagai Wood Elf biasa, dan terlahir kembali sebagai hantu.
Dia mengambil topeng baja kokoh milik mentornya yang telah gugur, memasangnya ke wajah, dan bersumpah tidak akan pernah memperlihatkan emosinya lagi kepada dunia. Ketika topeng itu menyatu dengan kulitnya, energi mistis redup berwarna biru kehijauan memancar dari celah mata bajunya—sejak saat itu, dia hanya dikenal dengan satu nama: Cyan.
Sambil menggenggam erat gagang Shortsword dan Dagger-nya, Cyan menjentikkan jari. Sebuah mantra kuno, Druidcraft, terlepas dari tangannya, memadamkan api obor terakhir yang menyala di reruntuhan desanya. Kegelapan murni pun menelan sosoknya. Menggunakan kemampuan Survival dan Insight yang tajam, Cyan bersumpah akan merayap di dalam bayangan, melacak para pelaku, dan memastikan siapa pun yang berani mengkhianati kelompok barunya nanti akan merasakan tikaman senyap yang mematikan.
Tujuan Menjadi Petualang
- Membalas Dendam: Desa dan markas lamanya dihancurkan oleh faksi misterius. Sebagai satu-satunya penyintas, Cyan menggunakan kemampuan Survival untuk melacak dalang kehancuran tersebut.
- Taktik Bertarung: Dia bergabung dengan kelompok petualang untuk menjadikan rekan timnya (seperti petarung berzirah berat) sebagai tameng di depan. Saat musuh sibuk, Cyan akan melesat dari bayangan untuk mengeksekusi target lewat Sneak Attack.