Gold:
109
Species:
Dragonborn
Class:
Bard
Completed:
7
Most recent:
2 months ago
Di dimensi Ra-Zum, di mana langit berwarna merah tua dan tanah bergetar karena aliran lahar yang tak pernah padam, lahirlah Nau-Ka โ seekor naga lahar yang tubuhnya tersusun dari bebatuan magma retak, dibalut api hidup yang menyala seperti nyawa itu sendiri.
Matanya bercahaya emas membara. Tanduknya hitam legam menjulang. Dan di balik sosok mengerikan itu, tersimpan obsesi yang jauh lebih berbahaya dari kekuatannya โ rasa haus yang tak terpuaskan akan ilmu pengetahuan.
Selama 275 tahun hidup di Ra-Zum, Nau-Ka telah melakukan segalanya demi ilmu. Mencuri manuskrip dari penyihir tua, menyiksa makhluk dimensi lain untuk memeras rahasia mereka, bahkan menghancurkan seluruh perpustakaan hanya untuk membuktikan sebuah teori.
"Ilmu adalah kekuatan tertinggi. Segala cara adalah sah," begitu ia selalu berkata.
Suatu malam, di tengah medan pertempuran Ra-Zum, Nau-Ka berhadapan dengan tiga penjaga dimensi sekaligus. Lahar menyembur dari kedua tangannya, api meliuk-liuk mengikuti setiap gerakannya yang brutal.
Di tengah kekacauan itu โ sebuah cahaya biru dingin muncul di udara. Berputar perlahan, kemudian membesar menjadi sebuah portal yang berdengung aneh.
Nau-Ka menghentikan pertarungan sejenak. Matanya yang membara menyipitkan diri.
"Dimensi lain..."
Tanpa berpikir dua kali, tanpa rasa takut, hanya didorong satu hal โ rasa ingin tahu โ Nau-Ka melompat masuk.
Ia mendarat bukan di medan perang. Bukan di istana raja. Bukan di menara sihir.
Ia mendarat di tengah ladang jagung milik seorang petani.
Di hadapannya membentang sebuah desa kecil yang tenang โ rumah-rumah batu berlumut, pasar ramai di pagi hari, anak-anak berlarian tanpa peduli dunia. Di gerbang masuknya tertulis dua kata sederhana:
DESA CHABBYLON.
Nau-Ka berdiri dengan sosoknya yang menyala, lahar menetes dari ujung jarinya membakar tanah. Dalam hitungan detik, seluruh desa panik berteriak.
"Ini tidak akan berhasil," pikir Nau-Ka, memandangi tubuhnya sendiri. "Aku butuh kedok."
Di sudut desa, seorang pemuda tidur di bawah pohon besar. Wajahnya tenang, napasnya teratur. Namanya Ryu โ seorang pria pejuang, ia masuk di dalam guild, ia cukup di cintai dan tidak punya musuh, dan punya ambisi besar dalam berpetualang.
Tidak ada yang lebih sempurna bagi Nau-Ka.
Dengan satu sentuhan โ roh lahar itu menyusup masuk, menyelimuti kesadaran Ryu ke sudut terdalam, dan Nau-Ka pun mengenakan tubuh manusia untuk pertama kalinya dalam 275 tahun hidupnya.
Ia berkedip. Merasakan tangan yang lemah, tubuh yang rapuh, jantung yang berdenyut terlalu lambat dibanding detak api dalam dirinya.
"Menjijikkan... tapi berguna."
Ia berdiri, merapikan baju Ryu, lalu melangkah masuk ke desa Chabbylon dengan senyum yang asing di wajah yang bukan miliknya.
Yang Nau-Ka temukan di Chabbylon membuatnya terdiam untuk pertama kali dalam hidupnya.
Di desa kecil itu tersimpan ilmu pengetahuan yang belum pernah ia temui di Ra-Zum. Seorang tabib tua yang memahami cara tubuh menyembuhkan dirinya sendiri tanpa sihir. Seorang pandai besi yang menempa logam dengan teknik yang melampaui metalurgi dimensinya. Seorang guru kecil yang mengajarkan anak-anak tentang bintang-bintang dengan peta yang akurasinya membuat Nau-Ka menahan napas.
"Bagaimana mungkin...?" batin Nau-Ka, duduk di perpustakaan kecil desa sambil melahap satu buku demi satu buku dengan tangan Ryu yang gemetar kelelahan. "Makhluk-makhluk lemah ini... menyimpan sesuatu yang belum pernah kusentuh."
Untuk pertama kali dalam 275 tahun, Nau-Ka tidak merasa perlu mencuri atau memaksa.
Ilmu di sini terlalu besar. Terlalu dalam. Dan anehnya โ terlalu indah untuk dihancurkan.
Ia memutuskan untuk tinggal. Setidaknya untuk sementara.
"Ryu," bisik suara kecil dari sudut kesadarannya โ suara asli sang pemilik tubuh. "Kau siapa sebenarnya?"
Nau-Ka tersenyum dalam gelap pikirannya sendiri.
"Aku adalah pertanyaan yang tidak akan pernah selesai kau jawab."
| tanggal | lokasi | kegiatan |
|---|---|---|
| 13-14 ramiel | ladang sawit | patroli ladang sawit (gagal) |
| 28-30 ramiel | hutan | mission to find hide settlements |
| 4 - 7 Verdant | hutan vici | mission to find hide settlements (part 2) |
| 9-13 Verdant | sekitar desa mistfen | pembangunan jalan |