Kuroda Renji adalah tabib yang dikenal warga desa.
Whisper adalah pembunuh yang hidup di balik nama tersebut.
Keseimbangan itu mulai berubah setelah serangan The Black Swan. Ketika membantu melindungi raja, Whisper bertarung melawan para assassin dan anak buah Layren. Ia sempat mengalahkan beberapa lawan, tetapi serangan mendadak membuatnya terluka parah dan jatuh tidak sadarkan diri.
Whisper seharusnya mati dalam pertempuran tersebut. Namun, seseorang bernama Akhmed, seorang Linch, menemukan dan menyelamatkannya. Setelah sadar dan cukup kuat untuk melakukan perjalanan, Renji kembali ke Kuil Daun Hitam.
Kekalahan itu tidak membuatnya menyesal atau meninggalkan pekerjaannya. Sebaliknya, pengalaman tersebut menyadarkannya bahwa kemampuan yang selama ini ia banggakan masih belum cukup. Ada musuh yang lebih cepat, lebih kuat, dan lebih siap daripada dirinya.
Kini Whisper memiliki tujuan baru: menjadi lebih kuat.
Ia akan memperdalam penguasaan Way of Shadow, mempelajari cara bertarung tanpa bergantung pada penglihatan, mengumpulkan informasi mengenai The Black Swan, dan mempersiapkan diri untuk kembali menghadapi anak buah Layren.
Sejak kejadian itu, Renji juga mulai lebih sering berbicara. Bukan karena menjadi lebih ramah, melainkan karena ia tidak ingin organisasi, sumpah, atau kebiasaan lama kembali menentukan kapan ia boleh menggunakan suaranya.
Di Springholde Village, Kuroda Renji tetap membuka pintu Kuil Daun Hitam bagi warga yang membutuhkan pengobatan.
Di luar desa, Whisper tetap menerima kontrak dan memburu target berikutnya.
Namun kini setiap kontrak juga menjadi latihan, setiap musuh menjadi ukuran kekuatannya, dan setiap kekalahan menjadi sesuatu yang tidak akan ia biarkan terjadi dua kali.