Suatu hari, Sunny menangis sendirian di tengah hutan saat emosinya sudah sangat menumpuk. Tanpa sadar, Astra melihat dan menghampirinya. Sunny yang baru tersadarpun kaget dan berusaha menutupinya. Namun, bahkan sebelum dia bisa menyembunyikan tangisnya, Astra sudah duduk di sebelahnya, memainkan lutenya dan bernyanyi dengan lembut.
Meski begitu, Sunny masih berusaha menyembunyikannya dan tersenyum pada Astra. Setelah Astra selesai bernyanyi, Sunny bertanya, "Kok Kakak ada di sini?"
Astra yang menyadari bahwa Sunny menutupi perasaannya, menggunakan spell calm emotions. Kemudian ia berkata, "Kamu gak harus senyum terus." ia melihat ke arah Sunny dengan tatapan dan senyuman yang lembut, "Kalau mau, ceritalah padaku."
Sejak saat itu, Astra menjadi safe place Sunny. Dia bisa lebih bersikap jujur meski dasarnya sifat Sunny memang ceria, ia tidak perlu pura-pura baik-baik saja setiap saat. Astra banyak menceritakan tentang menariknya dunia luar dan ia berkata bahwa suatu saat ia ingin pergi berkelana dan belajar banyak.
Saat Sunny berumur 13 tahun dan Astra 18 tahun, akhirnya Astra berpamitan untuk kuliah di kota. Untuk menghibur Sunny, ia memberikan topi hijau dan foto polaroid (foto bersama) kepada Sunny. Astra bilang bahwa setelah lulus, ia akan kembali ke desa lagi untuk menemui dia dan keluarga humannya.
Namun, 4 tahun bahkan hingga 8 tahun berlalu sejak saat itu, Astra hilang kabar dan tidak kembali. Hal ini membuat perasaan Sunny campur aduk -- kangen, kesal, bingung --, tetapi ia masih sangat berharap untuk bertemu kembali.
Akhirnya saat menginjak 21 tahun, ia memutuskan untuk merantau dengan tujuan untuk berkuliah dan menemui banyak pengalaman baru di luar desa. Awalnya kakek sangat khawatir, tetapi ia tidak mau egois dan membiarkan Sunny yang sudah dewasa untuk menemui hidupnya sendiri. Meski tujuan utamanya adalah untuk belajar dan berkelana, ia memutuskan untuk memakai topi pemberian Astra dan menyimpan foto polaroid mereka -- masih berharap jika keajaiban bisa terjadi.