Honey Sinclair adalah seorang Aasimar yang lahir dan dibesarkan di Babilonia dalam keluarga bangsawan terpandang. Sejak kecil ia hidup dalam kemewahan dan dididik untuk menjadi bangsawan yang sempurna, sekaligus mengembangkan bakat Sorcerer yang mengalir dalam darahnya. Namun, pamannya yang terobsesi pada penelitian jiwa dan kesadaran diam-diam menjadikan Honey sebagai subjek berbagai eksperimen. Dalam eksperimen terakhir untuk memindahkan kesadaran ke tubuh makhluk lain, ritual tersebut gagal dan membuat jiwa Honey terperangkap di dalam seekor ular kecil. Dengan sisa ikatan sihir antara jiwa dan tubuhnya, Honey masih mampu mengendalikan tubuh Aasimarnya melalui ular tersebut. Sejak saat itu, ular kecil tersebut selalu melingkar di lehernya sebagai tempat kesadarannya bersemayam. Honey hanya mampu melihat warna hijau dan biru, tidak memiliki bisa, dan setiap luka yang diterima tubuh Aasimar maupun ular akan dirasakan oleh keduanya. Setelah menyadari bahwa pamannya tidak akan pernah berhenti menjadikannya bahan penelitian, Honey menggunakan sihirnya untuk melarikan diri dari kediaman keluarganya. Dengan tubuh Aasimar yang ia kendalikan melalui ular kecil di lehernya, ia meninggalkan kehidupan bangsawan yang selama ini dikenalnya tanpa tahu harus pergi ke mana. Dalam pelariannya, ia akhirnya mencapai Pelataran Sumu La El di Babilonia. Tanpa keluarga, tanpa tempat untuk kembali, dan masih terperangkap dalam kondisi yang tidak wajar, Honey kini harus mencari cara untuk bertahan hidup sekaligus menemukan pengetahuan yang dapat mengembalikan kesadarannya sepenuhnya ke tubuhnya.