Kondisi mereda setelah beberapa waktu, Niamh diajak pulang ke rumahnya karena sang ayah telah mengembalikan masa kejayaannya. Ia menolak, memilih tetap tinggal di mansion dengan beberapa pelayan. Di siang hari, Niamh akan menjelajah dan bermain di dalam hutan, sementara di malam hari, sesekali ia mengadakan pesta dengan mengundang para aristokrat dan orang-orang paling berpengaruh di Kazullu. Dia tetap ingin mencapai cita-citanya sejak kecil, dengan mengeksiskan diri di kancah perpolitikan Kazullu.
Niamh terkenal dengan kepribadiannya yang rendah hati dan bahkan sangat memperhatikan pelayan-pelayannya. Prinsipnya, apabila ia ingin memerintah di kemudian hari, maka orang-orang seperti pelayannya itulah yang akan dilayaninya. Semua setara, terlepas dari ras ataupun tempat kelahirannya. Niamh berambisi untuk menjaga hubungan dengan orang-orang berpengaruh, jadi sebisa mungkin ia tetap menjaga batasan dan tetap di sisi baik orang-orang tersebut, kecuali orang tiran dan berhati jahat. Walaupun Niamh berbaik hati dan respect terhadap semua orang, jika ia bertemu seseorang yang memiliki prinsip berlawanan ataupun cenderung merugikan makhluk lain, her favor is lost forever. Kelemahan terbesarnya adalah, karena terlahir bergelimang harta, Niamh menjadi pribadi yang cukup picky dalam banyak hal. Soal makanan, pakaian, bahkan sampai pengambilan keputusan perlu dipertimbangkan secara teliti, karena dia sulit berhadapan dengan ketidaknyamanan.