Di tengah kondisi Babilonia yang sedang sekarat dan luluh lantak akibat hancurnya Camp Utama, ada satu tempat ringkih yang berusaha bertahan hidup: Lahan Frontera milik Tuan Lloyd. Di tengah gumpalan asap yang masih tersisa di gurun, tempat ini menjadi satu-satunya pilar kecil yang tersisa untuk menjaga napas kehidupan di wilayah tersebut. Namun, kenyataan di lapangan sebenarnya sangat tragis sekaligus menggelikan. Seluruh harapan, martabat, dan gerak ekonomi di lahan ini nyatanya hanya bertumpu pada dua ekor domba kesayangan Tuan Lloyd. Kini, krisis baru melanda Lahan Frontera yang sudah serba terbatas ini. Kedua domba tersebut memiliki selera makan yang amat rakus dan hanya mau mengunyah rumput gurun segar. Sementara itu, lumbung pangan utama di peternakan justru kosong melompong. Bagi Tuan Lloyd, jika kedua "pilar ekonomi" yang tersisa ini sampai mati kelaparan, maka habislah sudah seluruh operasional lahan yang ia perjuangkan di tengah Babilonia yang sedang krisis. Lumbung rumput itu harus segera diisi penuh sebelum dua domba tersebut mulai mengamuk. Demi menyelamatkan dua ternaknya, Tuan Lloyd menyebarkan pesan darurat ke sekeliling gurun. Beliau membutuhkan 5 orang petualang untuk mencari dan mengangkut rumput segar demi memenuhi lumbung pangannya. Namun, mengingat Babilonia baru saja diratakan oleh trauma pembakaran
Atropa DellaDonna