Babilonia kini hanyalah sebuah kota yang bernapas di atas ketakutan. Camp Utama yang pernah menjadi rumah bagi para petualang telah rata menjadi lautan api, menyisakan kepulan asap hitam, hilangnya para elit, serta gugurnya rekan-rekan pemberani. Namun, pembakaran masif itu bukanlah sekadar aksi pembungkaman itu adalah tumbal. Bersamaan dengan padamnya kobaran api, tanah gurun bergetar hebat saat Mansion mewah milik Akhnaten ambles ditelan bumi, melepaskan segel sihir kuno dan memunculkan wujud aslinya yang mengerikan, sebuah Piramida Hitam dan Emas raksasa yang bangkit dari dalam perut pasir. Mansion yang selama ini diinvestigasi hanyalah kulit luar palsu; Piramida inilah benteng sejati tempat sang dalang merajut konspirasinya. Kebangkitan Piramida ini membawa krisis fatal yang mengancam melumpuhkan seluruh ekosistem Babilonia.
Menghadapi permasalahan sebesar ini, Sherlock Holmes sebagai pemegang otoritas dan pemimpin sementara Camp Babilonia bergerak cepat. Di hari pertama pasca bencana, ia mengutus dua kepercayaan terbaiknya, Hasan dan Husen, untuk menyebarkan surat panggilan darurat ke seluruh penjuru gurun. Surat tersebut memanggil para petualang dan orang-orang berakal tajam untuk menyusup serta membongkar rahasia di dalam Piramida Akhnaten. Sebagai imbalan atas jaminan keselamatan Babilonia, Holmes menjanjikan hadiah yang tak ternilai: hak kelola penuh atas satu lahan kebun kurma yang akan ia bangun di tanah Babilonia bagi siapapun yang berhasil menuntaskan misi ini.
Atropa DellaDonna