
Level
3
Experience
3,000 XP
Timinia von Verenthia dilahirkan sebagai pewaris sebuah desa di wilayah Solmirael, bagian dari Radiant Empire yang berdiri di bawah cahaya Lux Aeterna. Sebagai anak kepala desa, ia dibesarkan untuk menjadi pemimpin yang menjunjung kehormatan dan ketertiban. Namun sebagai seorang orc, ia tumbuh dalam bayang prasangka. Ia belajar tentang cahaya sebagai kebenaran mutlak, tetapi juga melihat bagaimana manusia sering menggunakan kebenaran itu sesuai kepentingan mereka sendiri. Di balik stabilitas itu, tersembunyi sebuah gerakan yang tidak pernah benar-benar hilang. Para pengikut Velum Noxtris tidak menyerang dengan pedang, melainkan dengan bisikan. Mereka menyebarkan keraguan, mempertanyakan ajaran cahaya, dan menggoyahkan keyakinan para pemuja Solmirael secara perlahan. Bagi Radiant Empire, hal itu jauh lebih berbahaya daripada serangan terbuka. Ketakutan ini memuncak dalam tragedi The Purge of Veil, di mana para pengikut kegelapan diburu dan dimusnahkan tanpa belas kasihan. Tidak lama setelah peristiwa itu, desa Timinia hancur secara misterius. Tidak ada tanda invasi, tidak ada pasukan yang terlihat, hanya kehancuran yang datang terlalu cepat dan terlalu sunyi. Luka dari The Purge of Veil masih segar, dan ketakutan belum sempat mereda. Para ksatria Radiant Empire datang dengan satu tujuan, bukan untuk mencari kebenaran, tetapi untuk memastikan bahwa tragedi itu tidak terulang kembali
Dalam paranoia yang belum sembuh, mereka menuduh ayah Timinia sebagai bagian dari Velum Noxtris. Tidak ada bukti yang kuat, hanya asumsi yang diperkuat oleh prasangka lama terhadap darah orc yang mengalir dalam dirinya. Di hadapan rakyatnya sendiri, ayahnya diadili tanpa pengadilan yang layak. Atas nama Lux Aeterna, pedang dijatuhkan. Pada saat itu, Timinia tidak melihat cahaya. Ia hanya melihat bagaimana cahaya dapat digunakan untuk menghakimi tanpa berpikir. Sejak hari itu, Timinia tidak meninggalkan keyakinannya, tetapi ia menolak untuk mempercayakan kebenaran kepada manusia yang mengatasnamakannya. Ia mengikat dirinya pada jalan Oath of Vengeance, bukan untuk menjadi pelindung yang suci, tetapi sebagai penghukum bagi mereka yang menyalahgunakan kekuasaan. Tujuannya bukan sekadar balas dendam, melainkan memperbaiki Radiant Empire dari dalam agar keadilan tidak lagi dikendalikan oleh ketakutan dan prasangka. Namun dalam perjalanannya, ia mulai menyadari sesuatu yang tidak pernah diajarkan oleh cahaya. Kegelapan tidak terburu-buru menghakimi. Ia belum mengenal kekuatan Nyx’Vorith, belum membuat perjanjian apa pun, tetapi ia mulai tertarik pada cara kegelapan bekerja. Bukan karena ia ingin jatuh, tetapi karena ia ingin memahami. Dan mungkin, di antara cahaya dan kegelapan, Timinia akan menemukan kebenaran yang tidak dimiliki oleh keduanya secara utuh.
lupa masukin gp dari background
Pedang baru kedua MWEHEHEHEHEHE
Pedang baru MWEHEHEHEHE