Gu Lai Cow tidak memiliki rumah tetap sejak ia masih muda. Ia tumbuh sebagai pengembara yang berpindah dari satu karavan dagang ke karavan lainnya di sepanjang jalur Valtheris Concord. Baginya, dunia bukan tentang peta kekuasaan, tapi tentang tekstur jalanan dan aroma bumbu di pasar-pasar perbatasan.
Ia bekerja sebagai "pembuka jalan", tugasnya sederhana: berjalan di depan karavan untuk memastikan tidak ada rintangan. Namun, Gu justru sering menjadi "rintangan" itu sendiri. Ia sering tersandung akar pohon atau terperosok ke lubang yang ia sendiri peringatkan kepada orang lain. Namun, setiap kali ia jatuh, ia selalu menemukan sesuatu yang menarik: koin yang hilang, tanaman obat langka, atau sekadar pemandangan langit yang indah dari posisi telentang.
Suatu malam yang dingin di perbatasan Varkhast Dominion, Gu sedang duduk sendirian di sebuah kedai kumuh. Di sana, ia melihat sekelompok pengelana yang terlihat sangat putus asa dan kelelahan. Gu, dengan sifat santainya, mulai bercerita tentang kegagalan-kegagalannya sendiri, bagaimana ia pernah dikejar lebah karena mengira sarangnya adalah buah, atau bagaimana ia pernah salah masuk ke tenda komandan militer saat mencari toilet.
Cerita konyolnya membuat kedai yang suram itu menjadi penuh tawa. Hasrat (Desire) orang-orang itu untuk hidup kembali menyala. Di saat itulah, api di tungku kedai tiba-tiba membesar namun terasa sejuk, dan Gu melihat bayangan wajah tersenyum di balik kobaran api. Veyrasha berbisik bahwa jiwanya yang ringan adalah obat bagi dunia yang berat. Sejak malam itu, Gu menyadari bahwa setiap kali ia tersandung, itu adalah cara dewinya "mendorong" dia untuk berhenti dan memperhatikan jiwa-jiwa di sekitarnya.