Oke jadi gini. Aku tulis sendiri ya, soalnya kalau nunggu penulis backstoryku... gatau kapan selesainya. Dia aja nulis "Leafy adalah seorang cleric yang kurang disiplin" doang, terus ngilang. Kerja apa enggak sih dia?
Narator: "Leafy, kau tidak bisa menulis backstory-mu sendiri. Itu melanggar aturan."
Leafy: "Aturan apa? Aku cleric, bukan pengacara. Minggir!"
Jadi gini, Lee. Aku asalnya dari Tanah Hitam—bukan karena tanahnya hitam, tapi karena... hmm. Aku lupa kenapa namanya Tanah Hitam. Mungkin karena tanahnya hitam? Ya udah, anggap aja gitu.
Di sana ada Kuil. Isinya orang-orang tua yang kerjanya marahin aku. Setiap hari. Pagi, siang, malam. Kalau aku jatuhin lilin, aku dimarahin. Kalau aku salah baca doa, aku dimarahin. Kalau aku ketiduran saat sembahyang, aku dimarahin. Bahkan kalau aku cuma berdiri diam, mereka tetap marah. Katanya,
"Leafy, kenapa kau diam saja? Dihukum"
Aku tanya, dosa apa? Mereka jawab, "Dihukum karena tidak melakukan apa-apa!"
"Heran kan? Jadi aku coba lakukan sesuatu. Aku bantu masak. Dapurnya kebakaran. Aku dimarahin lagi."
Narator: "Ini bukan backstory. Ini curhat."
Leafy: "aku yang nulis. Diam."
Jadi ceritanya aku kabur lewat jendela. Jendelanya di lantai tiga. Aku jatuh. Aku pingsan. Aku bangun di atas gerobak jerami. Gerobaknya jalan entah kemana. Aku ikut. Terus aku ketiduran lagi. Bangun-bangun, aku udah di sini.
Di sini di mana? Nggak tau. tapi disini alamnya enak sih Jadi ya udah, aku tinggal di sini aja.
Narator: "Itu tidak masuk akal. Kau tidak bisa berpindah tempat tanpa alasan yang jelas."
Narator: "Tapi..."
Leafy: "Udah. Tamat. Aku mau makan."