Setahun kemudian, setelah pulih, ia kembali ke lembah itu. Kali ini ia datang dengan kapak baru. Ia berhasil membunuh Ogre yang sama dan mengambil kembali kapaknya. Daripada menyimpan dua kapak, Pivotushco membawa keduanya kepada pandai besi klannya dan meminta agar keduanya ditempa menjadi satu senjata. Hasilnya adalah sebuah greataxe yang menjadi senjata utamanya.
Dari pengalaman itu ia belajar untuk tidak membiarkan kemarahan mengendalikan dirinya. Ia tetap bisa marah, bahkan sangat marah, tetapi ia belajar menunggu sampai waktunya tepat.
Uji Ombak
Pada usia 86 tahun, Pivotushco menjalani salah satu ritual penting dalam kehidupan klannya, yang dikenal sebagai Uji Ombak. Ia meninggalkan klannya menggunakan sebuah rakit kecil untuk membuktikan bahwa ia mampu menghadapi dunia di luar pegunungan. Namun, perjalanan itu tidak berjalan sesuai rencana. Badai menghantam rakitnya dan membawanya jauh dari jalur yang ia kenal. Ketika akhirnya berhasil mencapai daratan, ia tidak lagi berada di wilayah yang dikenal oleh bangsanya. Ia berada di benua Implar.