Depano — The Veiled Vengeance
Lahir di sebuah desa terpencil yang jauh dari kekuasaan kerajaan, tepatnya desa Norgard, Depano menjalani hidup yang sederhana bersama keluarganya. Dari semuanya, tidak ada yang lebih berharga baginya selain sang adik satu-satunya orang yang selalu bisa membawa kehangatan di dunianya yang sunyi.
Desa mereka diserang oleh Keluarga Black, sebuah keturunan penyihir kuat dan tanpa ampun yang terkenal kejam. Keluarga Black sengaja membiarkannya tetap hidup agar ia menyaksikan kekejaman mereka—agar ia paham bahwa ia sama sekali tak berdaya.
Lalu, tibalah saat di mana sisa-sisa jiwanya hancur berkeping-keping.
Adik kesayangannya diseret ke hadapannya. Dalam satu tebasan pisau air, tanpa belas kasihan, kepala adiknya terpenggal tepat di depan matanya.
Sesuatu di dalam diri Depano hancur.
Tenggelam dalam duka, amarah, dan rasa sakit yang luar biasa, ia pun hilang kesadaran.
Saat terbangun, desanya sudah tak tersisa.
Ia mendapati dirinya berada di tangan Keluarga Castellano, garis keturunan pembunuh bayaran elite yang ditakuti di seluruh penjuru negeri. Mereka menemukan Depano di antara puing-puing reruntuhan dan melihat potensi tak biasa di dalam diri penyintas yang hancur itu, lalu memutuskan untuk membawanya.
Keluarga Castellano tidak memberinya kenyamanan.
Mereka memberinya sebuah tujuan hidup.
Depano dilatih dalam seni membunuh—kelihaian bergerak senyap, manipulasi, racun, senjata tajam, penyusupan, hingga eksekusi target tanpa suara.
Jubah putih yang ia kenakan bukanlah lambang kesucian.
Jubah itu adalah pengingat akan kepolosan jiwanya yang telah hilang.
Kain penutup wajahnya menyembunyikan paras yang sudah lama lupa cara tersenyum.
Dan di balik bayangan tudungnya, membara satu tujuan pasti
Seorang *Dragonborn* berselimut kain putih.
Sebuah bayangan di balik kerudung.
Pembunuh bayaran terbesar yang pernah dilahirkan oleh Keluarga Castellano.