Judul: Alunan Nada yang Membebaskan
Malam Pelarian
Jeruji besi Penjara Bawah Tanah Benteng Oakhaven tidak cukup kuat untuk menahan melodi. Menggunakan sebuah pin rambut curian sebagai pengganti pemicu, tangan lincah sang Bard berhasil membuka kunci belenggunya. Tanpa kecapi kesayangannya yang disita penjaga, ia bersenandung rendah—sebuah mantra Charm Person yang disamarkan dalam nyanyian pengantar tidur. Penjaga sel yang terkantuk-kantuk pun menyerahkan kunci gerbang luar tanpa perlawanan. Sang Bard menyelinap ke kegelapan malam, bebas, namun menjadi buronan.
Perjalanan Menuju Chabbylion
Setelah tiga hari bersembunyi di dalam Hutan Lindung, menembus semak berduri, dan bertahan hidup hanya dengan mengandalkan mantra trik (Cantrips), ia melihat kepulan asap ramah di cakrawala. Itulah Desa Chabbylion. Sebuah pemukiman terpencil yang terkenal dengan kedai minumnya yang ramai dan para penduduk yang tidak terlalu peduli dengan hukum kerajaan luar. Tempat berteduh yang sempurna bagi seorang pelarian.
Kedatangan di Desa
Dengan pakaian yang sedikit robek dan sepatu berlumpur, sang Bard melangkah melewati gerbang kayu Chabbylion saat matahari terbenam. Alih-alih bersembunyi, ia memilih taktik terbaiknya: berbaur di tempat paling ramai. Ia mendorong pintu kedai minuman lokal, The Rusty Flute, dengan senyuman lebar yang menutupi rasa lelahnya.
Ia meminjam sebuah mandolin tua milik pemilik kedai yang berdebu. Begitu jarinya memetik senar pertama, seluruh ruangan yang tadinya sunyi langsung terhipnotis. Malam itu, ia bukan lagi seorang buronan yang kabur dari sel tahanan. Di Desa Chabbylion, ia adalah sang penghibur ulung yang membawa cerita dari dunia luar—sekaligus mencari sekutu untuk petualangan berikutnya.